Home Headline Jelang Sidang Pengkajian Ijin Lingkungan Pabrik Semen Rembang, Kedua Kubu Diminta Siapkan...

Jelang Sidang Pengkajian Ijin Lingkungan Pabrik Semen Rembang, Kedua Kubu Diminta Siapkan Bukti

338

SEMARANG, 25/1 (BeritaJateng.net) – Kedua kubu pendukung dan penolak pendirian pabrik Semen Rembang diminta menyiapkan bukti bukti yang harus ditarungkan dalam pelaksanaan sidang terbuka pengkajian ijin lingkungan yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Februari mendatang.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto mengungkapkan, bukti-bukti pendukung dari kedua kubu mutlak diperlukan agar setelah sidang dan ada keputusan dari gubernur, maka tak ada lagi polemik pro dan kontra soal pabrik semen di Rembang.

Rencananya, sidang terbuka pengkajian izin lingkungan oleh Komisi Penilai Amdal dilaksanakan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Jawa Tengah. Lebih dari 10 pihak diundang dalam sidang tersebut dan tujuh diantaranya merupakan kubu penolak keberadaan pabrik semen di Rembang.
Politikus Partai Gerindra ini sebenarnya tak mempersoalkan apakah pabrik semen jadi di bangun atau tidak. Namun, hal yang menjadi catatannya adalah langkah nyata apa yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan. Mengingat, Rembang menjadi salah satu daerah miskin di Jawa Tengah. Berdasar data dari BPS tahun lalu, angka kemiskinan di Rembang mencapai 20,97% atau nomor tiga terbawah dari 35 kabupaten/kota di Jateng.
‘’Keberadaan pabrik semen ini merupakan investasi besar dan pasti menjadi daya ungkit kesejahteraan masyarakat. Pro kontra itu wajar. Kalau pembangunan (pabrik semen) gagal, lalu upaya lain yang sepadan apa? Saya mendukung jalan terus, jika melihat dari manfaat keterserapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan,’’ kata Yudi, Rabu (25/1).
Yudi mengaku akan kecewa jika nantinya pembangunan pabrik semen itu gagal sementara kegiatan penambangan batuan gamping di karst Rembang jalan terus. Hal itu justru merugikan masyarakat Rembang. Alasanya, masyarakat Rembang tak memperoleh keuntungan sepadan karena pengolahan batuan gamping menjadi semen dilakukan di luar Rembang. Pernyataan perihal kegiatan penambangan 14 perusahaan itu disampaikan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz.
“Kalau ngolahnya di luar Rembang apalagi di luar Jawa Tengah, Jelas rugi. Sudah tidak dapat keuntungan, tapi kalau ada kerusakan alam, Rembang yang nanggung,” pungkasnya.
(NK)