Home Ekbis Jelang Ramadhan, Harga Ayam Naik Namun Cabai Berangsur Turun

Jelang Ramadhan, Harga Ayam Naik Namun Cabai Berangsur Turun

**Dinas Perdagangan Lakukan Kontrol Harga Sembako di Semarang

Semarang, 8/4 (BeritaJateng.net) – Harga daging ayam melambung mencapai Rp 40 ribu per kilogram, pada pekan pertama bulan April ini. Hal ini diketahui sat pantauan tim dari Dinas Perdagangan Kota Semarang, dan dinas Ketahanan Pangan, serta kepolisian, di beberapa Pasar Tradisional Kota Semarang, Rabu (7/4).

Azizah, pedagang di Pasar Bulu menjelaskan, naiknya harga daging ayam potong sejak akhir bulan Maret.  Hal ini membuat konsumen enggan membeli daging ayam.

“Mulai tanggal 27 Maret naik sedikit-sedikit. Dari Rp  32 ribu per kilogram jadi Rp 40 ribu sekarang. Ambilnya ayam ini kulakan di daerah Boja, Kabupaten Kendal,” jelasnya.

Kenaikan harga ini membuatnya mengurangi stok pembelian ayam potong. Dari semula rata-rata sekitar 100 ekor dikurangi menjadi 80-an potong.

Sejumlah bahan pokok lain yang juga naik di antaranya minyak goreng curah dari rata-rata Rp12 ribu menjadi Rp 14 ribu per liter. Untuk telur naik dari harga sekitar Rp 19 ribu menjadi Rp 23-24 ribu per kilogram.

Harga Cabai

Sementara itu, pedagang Di Pasar Karangayu, Royati menuturkan, harga cabai turun. Seperti cabai rawit merah sudah pada harga Rp 60 ribu per kilogram, dari sebelumnya melambung Rp 100 ribu. Cabai tampar merah turun menjadi Rp 50 ribu dari Rp 80 ribu.

“Yang naik cabai keriting hijau, dari Rp 17 ribu menjadi Rp 30 ribu.  Bawang merah juga naik jadi Rp 40 ribu dari sebelumnya Rp 20 ribu. Lalu  bawang putih kating Rp 30 ribu dari  sebelumnya Rp 25 ribu. Yang lain-lain masih cukup stabil,” jelasnya.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto mengatakan, secara umum harga sembako di pasar tradisional Kota Semarang relatif stabil. Hanya ada kenaikan harga dibeberapa bahan pangan, seperti telur dan daging ayam, serta minyak goreng.

Untuk kenaikan harganya sendiri misalnya telur dan minyak goreng hanya sekitar seribu rupiah.

“Harga daging ayam yang kenaikannya cukup signifikan. Kenaikan harga ini biasanya terjadi karena adanya permintaan yang naik sedangkan penawarannya tetap sehingga otomatis harga mengikuti pasar,” katanya.

Sedangkan terkait harga daging ayam saat ini mulai tinggi, pihaknya akan bekerjasama dengan Polrestabes Semarang untuk menyambangi peternak, dan penjual di tingkat pertama. Tujuannya untuk berdialog agar harganya tetap stabil dan bisa terjangkau oleh masyarakat.

“Biasanya kenaikan harga sembako dan daging ayam terjadi mendekati menjelang bulan Ramadan. Sedangkan untuk harga cabai mulai turun, karena pengaruh faktor cuaca,” terangnya.

Sementara itu, Panit II Ekonomi Satintelkam Polrestabes Semarang Nugrahanto mengatakan, dengan adanya pemantauan harga ini dapat mengetahui komoditas mana saja yang harus diutamakan untuk menstabilkan harganya. (Ak/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × five =