Home DPRD Kota Semarang Jelang Lebaran, Pemkot Diminta Antisipasi Kriminalitas Di Masyarakat

Jelang Lebaran, Pemkot Diminta Antisipasi Kriminalitas Di Masyarakat

256
0
Tinjauan jelang lebaran
        Semarang, 11/6 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semaramg diminta waspada dan mengantisipasi kerawanan sosial menjelang lebaran. Sebab saat seperti itu, banyak potensi terjadinya kerawanan berupa aksi kriminalitas di masyarakat.       Hal itu disampaikan anggota DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti, Senin (11/6). Menurut dia, semua pihak termasuk masyarakat sendiri tetap harus mewaspadai dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri.

Menurut dia, kestabilan keamanan menjelang Lebaran harus tetap terjaga dengan baik. Sebab, potensi terjadinya aksi kriminalitas banyak sekali, akibat desakan kebutuhan yang meningkat sedangkan kemampuan ekonomi masyarakat berbeda-beda.

“Sehingga kita tidak boleh lengah dengan tetap harus mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Dia pun mengusulkan, untuk mengantisipasi potensi kerawanan kriminalitas di masyarakat diharapkan agar dilakukan patroli oleh pihak yang berwenang yang dilaksanakan hingga di tingkat kelurahan bahkan perkampungan.

“Kami sendiri bersama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang beberapa waktu lalu telah mengadakan seminar untuk para pemuda tentang bahaya radikalisme. Radikalisme seperti aksi terorisme yang terjadi di Surabaya termasuk salah satu hal yang harus diantisipasi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Djati Priyono mengakui, menjelang Hari Raya Idul Fitri memang harus diwaspadai terkait keamanan dan kenyamanan lingkungan.

“Trennya kriminalitas dan radikalisme di Kota Semarang sebenarnya terus menurun. Namun demikian memang kita harus meningkatkan terus kewaspadaan khususnya menghadapi Lebaran ini,” katanya.

Djati menerangkan, pihaknya melalui forum-forum yang ada telah melakukan upaya pencegahan dan tanggap dini terhadap kerawanan sosial. Termasuk mempunyai 8 program dengan 54 kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk memberdayakan publik terkait kemanan, politik dan lainnya.

“Sebab selain keamanan lingkungan kami juga harus mewaspadai kenaikan harga sembako menjelang Lebaran, ketertiban lalu lintas dan bencana alam seperti rob di jalur mudik,” tandasnya. (El)