Home Hiburan Jelang Lebaran Okupansi Hotel Meningkat

Jelang Lebaran Okupansi Hotel Meningkat

wpid-hotel-jasa.jpg

Semarang, 2/7 (BeritaJateng.net) – Selama memasuki liburan sekolah, bulan ramadhan dan jelang hari raya lebaran, hotel berbintang di Semarang mengalami okupansi dan diperkirakan akan bertambah naik.

Hal tersebut berbanding terbalik pada awal bulan ramadhan beberapa waktu yang lalu, bahwa tingkat hunian pada awal ramadhan sangat menurun hingga 60 persen.

Okupansi juga diakui oleh Peggy Puspitasari, Director of Sales Novotel Hotel Semarang bahwa banyak penundaan liburan sekolah yang bertepatan dengan bulan puasa.

“Karena Barengan dengan bulan puasa, wisatawan menunda liburan hingga setelah Lebaran nanti, dan hal tersebut membuat okupansi  lesu, dan mendekati lebaran biasanya naik, apalagi banyak pembantu rumah tangga mudik sehingga banyak yang memilih untuk tinggal dihotel,” tuturnya.

Hal yang sama juga diuangkapkan oleh Corporate Public Relation Hotel Dafam Ninik Haryanti yang juga mengakui jika tingkat okupansi awal puasa memang cenderung turun. Namun, satu minggu sebelum lebaran tingkat okupansi atau keterisian kamar hotel mencapai 100 persen.

“Selama Ramadhan untuk mendongkrak okupansi, pihak hotel menyajikan berbagai macam promo mulai paket buka puasa juga paket kamar saat ramadhan,” tambahnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Semarang, Dedy Sumardi menjelaskan, jika tingkat hunian hotel yang ada di Semarang saat minggu pertama hingga minggu ketiga Ramadhan mengalami penurunan, setiap harinya okupansi hanya mencapai 40 persen.

“Okupansi kembali tinggi saat mendekati lebaran nanti, dengan puncaknya tiga hari sebelum lebaran hingga lima hari sesudah lebaran dengan tingkat hunian diatas 80 persen di semua hotel yang ada di Semarang,“ jelasnya.

Ada beberapa faktor yang mengakibatkan tinggi okupansi jelang lebaran menurut Dedy, diantaranya pemudik yang sekedar beristirahat , wisatawan yang sengaja berlibur dan beberapa elemen masyarakat yang sengaja tinggal dihotel karena ditinggal pembantunya mudik.

“Untuk kalangan menengah keatas lebih suka tinggal dihotel dari pada harus ribet tinggal dirumah saat pembantunya mudik,” tambahnya.(BJ06)