Home Nasional Jelang Lebaran Kebakaran Hutan Kembali Terjadi

Jelang Lebaran Kebakaran Hutan Kembali Terjadi

458
Petugas gabungan BNPB berupaya memadamkan api yang melalap hutan.

— 288 HOTSPOT KARHUTLA TERPANTAU SATELIT MODIS DARI NASA

Riau, 4/7 (BeritaJateng.net) – Libur panjang menjelang lebaran ternyata diikuti dengan meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pantauan Lapan dari satelit Modis dengan sensor Terra Aqua dari NASA, terdeteksi ada 288 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang (30-79%) dan tinggi (lebih dari 80%) pada Minggu (3/7/2016) pukul 06.00 Wib.

“Dari 288 hotspot tersebut 245 hotspot di Sumatera dan 43 hotspot di Kalimantan. Sebagian besar hotspot tersebut disengaja atau dibakar,” ujar Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Pada tingkat kepercayaan sedang (lebih dari 30%) di Sumatera terdapat 245 hotspot dengan sebaran Aceh 29, Sumatera Utara 112,  Sumbar 47, Riau 26, Bengkulu 15, Jambi 10, Lampung 2, dan Sumsel 4. Di Riau hotspot terdapat di Kampar 1, Pelalawan 2, Rohil 8, Dumai 1, Kuansing 1 dan Inhu 1. 

“Upaya pemadaman karhutla terus dilakukan oleh Satgas Terpadu Siaga Karhutla di Riau. BNPB menempatkan 2 helikopter water bombing jenis MI-8 dan MI-171, serta 2 pesawat Air Tractor water bombing. Setiap hari heli dan pesawat tersebut memadamkan api dari udara,” tambahnya.

Sementara itu satgas darat dari TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, BPBD, Masyarakat Peduli Api dan karyawan perusahaan memadamkan api dari darat. Indeks Standar Pencemaran Udara di Lido Kab Rokan Hilir pada level sedang hingga tidak sehat.

“Kepulan asap banyak ditemukan  di Kec Pasir Limau Kapas Kab Rohil yang dilakukan oleh warga dari luar Rohil,” ujarnya lagi.

Sementara itu lanjut Sutopo, pemadaman karhutla di Desa Sungai Solok Kec Kuala Kampar Kab Kampar masih dilakukan petugas. Luas lahan terbakar 9 hektar. Di Desa Kapau Kec Kerumutan terbakar 1,5 hektar. Petugas masih terus memadamkan api Taman Nasional Tesso Nelo, Desa Sungai Solok Kec Kuala Kampar di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Di wilayah Kab Lima Puluh Koto Prov Sumbar lokasi terbakar sulit dijangkau dan sudah terbakar 2 hari.

Sedangkan lahan terbakar yang sudah berhasil dipadamkan petugas pada 2/7/2016 antara lain di Desa Karya Indah Kec Tapung Kab Kampar luas lahan terbakar 25 hektar. Lahan di Kec Tampan Kota Pekanbaru luas terbakar 10 hektar. Di Kel Air Hitam Kec Payung Sekaki Kota Pekanbaru seluas 2 hektar, dan beberapa lokasi lain.

“Kondisi kering, sulit air dan lokasi yang sulit diakses menyebabkan kesulitan memadamkan api. Cuaca ke depan pada Juli, Agustus dan September akan lebih kering sehingga potensi mudah terbakar akan meningkat,” tambahnya lagi.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, telah memerintahkan BPBD agar tetap meningkatkan pemadaman dan pencegahan karhutla. Selama libur lebaran agar tidak lengah karena kenyataannya masih banyak pembakaran dan hotspot meningkat.

“Masyarakat dihimbau untuk tidak membakar saat membuka lahan. Dampak karhutla sangat luar biasa dan merugikan semua pihak. Pencegahan harus ditingkatkan karena lebih efektif daripada pemadaman,” pungkasnya. (BJ)