Jelang Lebaran, Bupati Mirna Sidak Pasar 

Bupati Kendal, Mirna Annisa saat melakukan sidak pasar ke sejumlah Pasar Tradisional di Kendal.
             KENDAL, 14/6 (BeritaJateng.net) — Bupati Kendal, Mirna Annisa menemukan masih banyak jajanan pasar yang mengandung pewarna textil dan rhodamin B. Hal itu terungkap saat dirinya melakukan sidak disejumlah pasar tradisional di Kendal.
              Sidak dilakukan untuk memastikan harga  sembako di Kendal jelang lebaran Idul Fitri 2017. Hasilnya, hingga saat ini, harga sembako masih cukup stabil. Mirna berharap Pemprov Jateng dapat menjaga kesetabilan harga hingga paska lebaran nanti.
            Selain mengecek harga, Bupati Mirna juga mengecek kesehatan makanan. Yakni dengan melibatkan petugas dair dinas kesehatan, Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinas Perdagangan. Hal itu untuk memastiakn kandungan makanan yang dijual para pedagang.
               Hasilnya, ditemukan beberapa makanan olahan home industri yang mengandung bahan kimia berbahaya. Yakni mengandung zat pewarna textil dan rhodamin B di tiga pasar yang ia cek. Yakni Pasar Kendal, Pasar Cepiring dan Pasar Weleri.
           “Kami mengimbau agar pedagang pasar tidak lagi mengambil makanan yang mengandung zat kimia berbahaya. Pedagang harus bisa menjamin makanan yang dijual aman bagi konsumen,” katanya.
           Bahan kimia seperti rhodamin B menurunya berbahaya bagi tubuh. Salah satunya dapat memicu sel kanker.  “Dinas Perdagangan harus bisa memberikan pembinaan. Sehingga ada kesadaran dari pedagang untuk memberikan jaminan kepada konsumen akan jajanan yang sehat,” tandasnya.
              Selain itu, ia meminta kepada petugas pasar untuk lebih selektif terhadap pedagang ataupun barang-barang dagangan yang masuk ke Pasar. Terutama jajanan yang tidak mencantumkan bahan pokok olahannya.
                Selain memeriksa harga bahan pokok dan  jajanan pasar, Mirna juga membagi-bagikan kerudung kepada para pedagang pasar dan pengunjung pasar. Banyak pedagang dan pengunjung yang antusias akan kedatangan orang nomor satu di Kendal itu. Terbukti dari banyaknya warga yang ingin berfoto selfi bersama.
               Salah seorang pedagang makanan di Pasar Weleri, Siti mengaku bahwa ia mengambil barang dari pengepul di Desa Sambongsari. Ia mengaku tidak mengetahui jika cendol yang dijualnya mengandung bahan kimia berbahaya. “Padahal saya juga ikut mengkonsumsinya,” katanya. (sty/el)

Tulis Komentar Pertama