Home News Update Jelang Hari Tenang, Solo Diwarnai Aksi Demo

Jelang Hari Tenang, Solo Diwarnai Aksi Demo

SOLO, 3/12 (BeritaJateng.net) – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Solo Anti Korupsi (AMSAK) gelar aksi damai dengan menuntut agar calon pemimpin yang akan menduduki kursi AD 1 selama lima tahun ke depan harus bebas dan bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Koordinator AMSAK Yohanes Sugiyanta menyatakan agar kasus dugaan tidak pidana korupsi yang ada di Kota Solo diusut tuntas. Diantaranya kasus dugaan korupsi di musium Radya Pustaka. Pemkot Solo harus terbuka pada publik terkait perencanaan penggunaan anggaran di Komplek Sriwedari juga terkait pembangunan musium Keris.

“Contohnya Pemkot Solo malah membangun dengan dana besar di tanah sengketa (tanah sriwedari). Dimana MA telah memenangkan ahli waris. Kita akan minta penegak hukum untuk menyelidikinya,” ujar Yohanes dalam aksinya di Balaikota, Solo, Jawa Tengah, Kamis (3/12/2015).

Seharusnya, lanjut Yohanes Pemkot menyelesaikan masalah sengketa lahan Sriwedari rampung terlebih dahulu. Baru membangun di lokasi sengketa tersebut. Sebab itulah pihaknya berharap ke depannya pemimpin Solo harus bersih dari segala tindak pidana korupsi.

Selain itu juga berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaak tegas oknum Pemerintah Kota Solo jika terbukti benar terlibat kasus korupsi dan di hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Dan jika calon pemimpin itu masih meninggalkan sejumlah masalah, kami minta untuk didiskualifikasi,” paparnya.

Dalam penghujung aksinya peserta merobohkan patung kepala tikus yang dibawa sebagai simbol sebagai simbol jika ada korupsi di Balaikota Solo harus dihancurkan. (BJ24)