Home Lintas Jateng Jatim Tetapkan 11 Daerah KLB DB

Jatim Tetapkan 11 Daerah KLB DB

Waspasa Demam Berdarah.foto/ist
Waspasa Demam Berdarah.foto/ist
Waspasa Demam Berdarah.foto/ist

Surabaya, 25/1 (Beritajateng.net) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan 11 daerah di Jawa Timur berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit demam berdarah (DB) karena jumlah kasus yang terjadi di daerah setempat.

“Penetapan KLB demam berdarah ditandatangani oleh Gubernur Jatim Soekarwo dan sudah disampaikan ke masing-masing kepala daerah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dr Harsono di Surabaya, Minggu.

Ke-11 daerah yang termasuk KLB DB yakni, Kabupaten Jombang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten dan Kota Madiun.

Pihaknya mengimbau kepada kepala daerah setempat untuk menangani persoalan demam berdarah juga dengan cara KLB seperti yang sudah diatur.

“Gubernur sudah menginstruksikan langsung melalui surat dan kepala daerah wajib menanganinya dengan cara KLB,” katanya ditemui di sela jalan sehat dalam rangka Hari Osteoporosis Nasional.

Mantan Bupati Ngawi tersebut juga menyampaikan, angka penderita demam berdarah di 38 kabupaten/kota di Jatim saat ini sudah mencapai 1.054 penderita, dengan 25 penderita di antaranya meninggal dunia.

Selain peran pemerintah, pihaknya berharap keaktifan masyarakat untuk mencegah ancaman nyamuk demam berdarah yang bisa menyerang siapa saja dan berapapun usianya.

Menurut dia, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan cara paling efektif untuk mencegah nyamuk “aedes aegypti” berkembang biak, antara lain dengan gerakan 3M, yakni mengubur, menguras dan menutup.

“Bukti keberhasilan masyarakat dengan cara PSN terjadi di Kota Mojokerto dan Surabaya yang tahun lalu termasuk endemis demam berdarah. Tapi kali ini berkurang karena keaktifan PSN,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Pemprov Jatim, tren demam berdarah pada Januari cenderung meningkat setiap tahunnya.

Rinciannya, pada 2010 dari total 26.059, terdapat 5.599 kasus di antaranya terjadi pada Januari. Kemudian, tahun berikutnya di bulan yang sama terjadi 1.035 kasus dari 5.420 kasus dalam setahunnya.

Pada 2012 dari 8.257 kasus yang terjadi, total 1.225 kasus terjadi pada Desember. Akan tetapi pada 2013, banyaknya kasus demam berdarah terjadi lagi pada Januari yang mencapai 3.264 kasus dari 14.936 kasus dalam setahunnya.

Selanjutnya, pada 2014 total terdapat 8.906 kasus dan 973 kasus di antaranya terjadi Januari.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf berharap masyarakat lebih waspada terhadap penyebaran penyakit ini dan tidak meremehkan apabila terdapat anggota keluarga yang terserang gejala-gejalanya.

“Jangan biarkan anak panasnya tinggi. Segera bawa ke rumah sakit untuk mencegah kemungkinan terburuk,” kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.(ant/bj02)