Home News Update Jateng Tidak Terpengaruh Pengunduran Jadwal PON Remaja

Jateng Tidak Terpengaruh Pengunduran Jadwal PON Remaja

(dok)

Semarang, 18/11 (BeritaJateng.Net) – Jawa Tengah tidak terpengaruh pengunduran jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional Remaja pertama di Surabaya, dari 6-12 Desember menjadi 9-16 Desember 2014, kata Kabid Keolahragaan Dinpora Jateng Effendi Hari Marsudi.

“Bagi kami tidak ada masalah toh mundurnya juga hanya tiga hari. Kalau diajukan dua minggu, itu baru masalah bagi kami karena terkait program persiapan yang dijalani Jateng,” katanya kepada wartawan di Semarang, Selasa (18/11).

Ia menambahkan untuk menghadapi PON Remaja, Jateng akan menggelar pemusatan latihan sekitar 20 hari menjelang keberangkatan ke Surabaya. “Beberapa program termasuk pembangunan karakter juga kami siapkan di pemusatan latihan tersebut,” katanya.

Menyinggung pelaksanaan babak kualifikasi, dia mengatakan, semua cabang olahraga sudah menyelesaikan babak tersebut. Di Surabaya mendatang, kontingen Jateng berjumlah 225 orang termasuk 175 atlet yang akan berlaga pada 15 cabang olahraga yang dimainkan di PON Remaja.

“Kebetulan di babak kualifikasi tersebut, Jateng meloloskan semua cabang olahraga. Jadi kami akan berkekuatan penuh untuk meraih hasil terbaik di PON Remaja mendatang,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan cabang olahraga yang dialami Jateng hanya muncul pada cabang voli pantai, mengingat seorang atlet putra Doni dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia tampil pada ASEAN School Games 2014 yang waktunya bersamaan dengan PON Remaja.

“Doni sebenarnya cukup kami andalkan. Namun dengan dipanggilnya dia maka secara otomatis tim pelatih harus segera mencari penggantinya. Saya dengar sudah ada penggantinya sehingga tidak ada masalah,” katanya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menganggarkan Rp3 miliar hingga Rp4 miliar untuk mengirimkan kontingen pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja di Surabaya, Jatim.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah Budi Santoso mengatakan jumlah anggaran tersebut hanya diperuntukkan bagi persiapan atlet untuk latihan hingga memberangkatkan atlet mengikuti PON Remaja di Surabaya mendatang.

“Dana tersebut belum termasuk bonus untuk peraih medali pada PON Remaja. Dana untuk bonus akan kita ambilkan dari anggaran pendidikan olahraga,” katanya.

Soal target Jateng pada PON Remaja, dia mengatakan, minimal bisa masuk peringkat tiga besar mengingat pada “event-event” antar-PPLP, Jateng selalu berada pada peringkat keempat.

“Pada tahun kemarin kita menempati peringkat keempat karena kalah dengan tim Ragunan Jakarta. Mungkin kalau di PON Remaja, Ragunan tidak ikut mengingat atletnya kembali ke daerah masing-masing,” katanya. (ant/pri)