Jateng Harus Organisir Wisatawan Mancanegara Lewat Kapal Pesiar

55.000 Pemudik Gunakan Jalur Laut Pelabuhan Semarang

Semarang, 12/9 (BeritaJateng.net) – Jawa tengah membutuhkan penanganan terpadu untuk wisatawan kapal pesiar.

General Manager Pelindo III Tanjung Emas Agus Hermawan mengatakan hingga akhir tahun ini pihaknya memiliki jadwal sandar 16 kapal pesiar. Kapal-kapal ini datang dari berbagai wilayah dengan tujuan utama mengunjungi Candi Borobudur.

“Hingga semester I/2017 sudah 11 kapal yang sandar,” kata Agus.

Sebelumnya dia menjelaskan kapal pesiar ini hanya memiliki jadwal sandar satu hari di Tanjung Emas. Padahal jika Jawa Tengah memiliki objek wisata dan pertunjukan yang menarik, maka para wisatawan mancanegara (Wisman) dari berbagai belahan dunia ini dapat menambah masa tinggal yang dengan sendirinya akan meningkatkan belanja di Jawa Tengah.

“Mereka mengorganisir perjalanannya sendiri. Biasanya sandar satu hari,” katanya.

Potensi pengembangan ekonomi dari wisatawan di kapal pesiar ini sangat tinggi. Mengutip data Cruise Line International Asssociation (CLIA), lebih dari 2 juta orang di Benua Asia berwisata pesiar pada 2015. Jumlah ini diperkirakan naik dua kali lipat menjadi 4 juta pada 2020.

Sementara itu Badan Pusat Statistik Jawa Tengah mencatat kunjungan langsung wisatawan mancanegara melalui dua pintu masuk yakni Bandara Adi Sumarmo, Solo dan Bandara Ahmad Yani, Semarang cukup beragam. Tercatat untuk bandara Adi Sumarno, mengalami penurunan kunjungan 20,53% secara tahunan (year-on-year/Y-o-Y). Tercatat pada tahun lalu jumlah wisaman yang masuk hingga Juli mencapai 4.851 orang akan tetapi dalam periode yang sama tahun ini hanya 3.855 orang.

Sedangkan untuk Bandara Ahmad Yani terjadi kenaikan kunjungan Wisman hingga 59,62%. Tercatat jumlah kunjungan yang masuk hingga Juli mencapai 12.715. padahal tahun lalu kunjungan wisatawan asing ini hanya 7.966 orang.

Sedangkan wisatawan yang paling banyak berkunjung berasal dari Malaysia, Thailand, Yaman, serta Eropa. Sedangkan kunjungan turis melalui bandara Ahmad Yani terbanyak berasal dari Malaysia, Singapura dan Eropa. Tamu yang datang melalui penerbangan internasional ini rata-rata menginap 2,76 malam. Jauh lebih rendah untuk tamu domestik yang tingkat lama menginapnya hanya 1,49 malam.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Tengah (PHRI Jateng) Benk Mintosih mengatakan pemerintah memerlukan upaya menciptakan destinasi wisata baru agar para turis dapat memebelanjakan uangnya lebih banyak dan lebih lama di Jawa Tengah. Dia juga mengharapkan rute penerbangan, pembenahan bandara dapat segera dirampungkan untuk mendongkrak kunjungan wisman. (El)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN