Home Alkisah Jangan Malu Belajar Bahasa Isyarat

Jangan Malu Belajar Bahasa Isyarat

543
0
Anggota Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) mengajarkan pengunjung CFD Jalan Pemuda gerakan bahasa isyarat.

Semarang, 27/3 (BeritaJateng.net) – Dewasa ini banyak masyarakat yang malu dan enggan untuk mempelajari bahasa isyarat. Sebagian dari mereka bahkan ada yang tidak mengerti cara menggunakan bahasa isyarat. Hal ini dikarenakan mereka belum mau mempelajari bahasa isyarat dengan baik dan benar.

Ketika berada di car free day (CFD) Simpang Lima Semarang, ada salah satu pandangan lain, berbeda dan unik, tepatnya di depan Gedung Pramuka, Minggu (27/3) pagi. Disana ada Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) yang dimaksudkan untuk belajar sekaligus mensosialisasikan bahasa isyarat tanpa dipungut biaya.

Di bawah naungan Bisindo, GERKATIN merupakan sebuah organisasi yang bertempat di Sekolah Luar Biasa (SLB) Widya Bhakti, Jalan Supriyadi No.12 Semarang. Dengan mengusung tema ‘Mari Belajar Bahasa Isyarat’, tujuan mereka ingin mempermudah komunikasi, khususnya bagi masyarakat yang belum mengetahui cara menggunakan bahasa isyarat.

Ketua Bisindo, Indira Girliana menuturkan, organisasi ini baru berdiri sejak dua tahun yang lalu. Menurutnya, tidak terlalu sulit dalam mempelajari bahasa isyarat, semua bergantung pada kecerdasan masing-masing individu.

“Kadang kalau bicara agak susah, saya berpengalaman mengahadapi kejadian seperti itu. Bicara kadang terbata-bata kadang juga tidak. Nah, biasanya kendalanya ada pada masyarakat yang malu untuk belajar,” ungkapnya saat diwawancarai lewat media tulisan, Minggu (27/3) pagi.

Sementara itu, ada juga masyarakat yang tidak malu belajar bahasa isyarat. Mereka adalah Anisa (23) dan Dila (15). Saat ditanya tanggapannya setelah belajar bahasa isyarat di CFD, mereka mengaku bisa lebih tahu, saling menghargai dan memahami orang-orang yang menderita tuna rungu.

“Kita bisa menyapa mereka, menggunakan bahasa isyarat agar bisa nyambung ketika berkomunikasi. Kekurangan kita, tangannya masih kaku dan perlu dilatih lagi, hehehe tapi seru sih…,” ujar Anisa yang dengan senang hati membagi kisah belajar bahasa isyarat. (BJT01)