Home Ekbis Jangan Ada Manuver Menentang Relokasi Pasar Johar

Jangan Ada Manuver Menentang Relokasi Pasar Johar

75
0
Dinas Perdagangan dan TP4D (Tim Pengawas, Pengawal, Pengamanan Pembangunan Daerah) Kejari Semarang melakukan supervisi pembangunan beberapa proyek di Dinas Perdagangan.
             Semarang, 29/9 (BeritaJateng.net) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto berharap agar tidak ada istilah manuver-manuver terhadap para pedagang terkait  rencana pemindahan para pedagang dari kawasan Johar Jalan Agus Salim, dan sekitarnya ke relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tahap II.
              “Terutama, rencana pemindahan para pedagang Yaik Baru ke relokasi MAJT tahap II ini, tak perlu ada manuver-manuver. Saya melihat ada sejumlah orang yang berupaya menjembatani para pedagang untuk melakukan manuver, menentang pemerintah,” katanya didampingi  TP4D (Tim Pengawas, Pengawal, Pengamanan Pembangunan Daerah) Kejari Semarang dalam rangka supervisi pembangunan beberapa proyek di Dinas Perdagangan.
                Sebab, kata Fajar, Januari 2018 mendatang, para pedagang di kawasan Johar sudah harus pindah ke relokasi MAJT II dan kawasan Johar harus steril dari pedagang. Semua pedagang di kawasan Johar harus menempati relokasi di MAJT.
                “Kami sudah berupaya mendesak kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan lapak di relokasi MAJT II, pertengahan (15 Desember 2017) sudah harus selesai dari rencana penyelesaian tanggal 21 Desember 2017,” katanya.
                 Dikatakan, suka atau tidak suka, tempat relokasi MAJT II Januari 2018 mendatang sudah  harus ditempati para pedagang di kawasan Johar. Termasuk para pedagang Pasar Yaik Baru dan kawasan Johar benar-benar steril dari pedagang.
                  Menurutnya, TP4D Kejari Semarang  mendampingi tinjauan ke relokasi MAJT II melakukan pengawasan secara langsung, mana-mana yang perlu diawasi dan meluruskan pembangunan yang masih  kurang, misalnya melihat pemadatan lahan, kedalaman  lubang pondasi dan lain-lain untuk memperoleh  kualitas hasil pembangunan.
                    Dikatakan, pembangunan relokasi di MAJT II di atas lahan sekitar 2,5 hektar.  Penegak hukum TP4D Kejari Semarang setiap 0,5 bulan, 1 bulan ikut melakukan pengawasan pembangunan di lokasi relokasi tahap II di kawasan MAJT.
                  Fajar juga menyetujui  para pedagang yang menghendaki ada jalan tembus dari Jalan Arteri Soekarno – Hatta ke Jalan Jolotundo atau sebaliknya untuk akses jalan menjadi hidup lalu lintasnya.
                  Sementara itu, Anggota TP4D Kejari Senmarang Andhy Bolifaar yang mengikuti acara tersebut mengatakan bahwa pengawasan langsung pembangunan lapak di relokasi MAJT II agar pembangunan menghasilkan kualitas.
                    Dikatakan, pemadatan lahan juga harus benar-benar padat, sehingga pada saat pembangunan tidak ada yang ambles. Lubang pondasi kedalamannya, ideal 1,5 meter dan dibuat lebih dari 1,5 meter justru lebih baik, sehingga untuk tiang-tiang lebih kokoh.
                  “Pengawasan dan pengawalan ini, bertujuan untuk menegur secara langsung mana-mana yang tidak benar, sehingga tidak ada penyimpangan dari pembangunan tersebut,” tambahnya.
                  Sekretaris Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar Kota Semarang Surachman minta agar para pedagang Johar yang akan direlokasi harus bersatu, tidak menghambat pembangunan. Sebab, tahun 2020 mendatang diharapkan pembangunan Pasar Johar sudah selesai dan pedagang kembali menempati lagi di Pasar Johar.
                  “Kami juga minta prioritas agar jalan tembus dari Arteri Soekarno – Hatta melintas ke relokasi MAJT bisa tembus ke jalan Jolotundo,” tambahnya. (El)