Home Headline Jalan Pandanaran Harus Steril Parkir Jika Gedung Parkir DKK Diresmikan

Jalan Pandanaran Harus Steril Parkir Jika Gedung Parkir DKK Diresmikan

15
Motor yang parkir di area larangan parkir di jalan Pandanaran digembosi oleh petugas karena tidak mengindahkan peringatan petugas.

Semarang, 5/10 (BeritaJateng.net) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan segera menerapkan sterilisasi parkir tepi jalan di sepanjang Jalan Pandanaran.

Kebijakan ini akan berlaku jika gedung parkir di Jalan Pandanaran sudah dapat difungsikan.

Kabid Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, sterilasi parkir tepi jalan nantinya akan berlaku di sepanjang Jalan Pandanaran mulai Simpang Lima hingga Tugu Muda.

Namun, pihaknya akan menerapkan kebijakan tersebut secara bertahap.

Setelah gedung parkir bisa berfungsi sesuai peruntukkannya, Dishub akan mulai melakukan sterilisasi parkir tepi jalan dari Simpang Thamrin hingga Tugu Muda terlebih dahulu.

Jika hebit masyarakat sudah terbentuk dan kapasitas gedung parkir sudah diketahui, Danang ingin seluruh tepi jalan di Jalan Pandanaran tidak diperbolehkan untuk parkir.

Hal ini untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas yang saat ini kerap terjadi di Jalan Pandanaran.

“Termasuk kantor maupun hotel yang parkirnya di tepi jalan, kami minta untuk masuk.

Kalau tidak memiliki kantong parkir, boleh memanfaatkan gedung parkir,” tuturnya.

Menurut Danang, para pengusaha yang berada di Jalan Pandanaran sangat kooperatif dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, termasuk dengan Dishub.

Dia yakin mereka akan mengikuti kebijakan yang nantinya bakal diterapkan.

Terkait pemasangan rambu larangan parkir, saat ini rambu larangan parkir di tepi jalan sudah terpasang dari Simpang Pekunden hingga Simpang Thamrin.

Ruas lainnya akan menyesuaian jika kebijakan tersebut nantinya telah diterapkan.

Lebih lanjut, Danang menerangkan, Dishub menyediakan enam shuttle bus yang melayani masyarakat di Jalan Pandanaran.

Empat diantaranya melayani mobilitas di seputar Pandanaran, dua sisanya melayani untuk arah Kota Lama.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, rencana sterilisasi parkir tepi jalan di Jalan Pandanaran sebenarnya sudah lama. Ini mengingat Jalan Pandanaran kerap kali terjadi kemacetaan.

Namun, rencana itu belum kunjung dilakukan karena pada saat itu beberapa pengusaha di Jalan Pandanaran sempat protes.

Bagi mereka, rencana ini dapat menurunkan jumlah pengunjung yang berbelanja ke kawasan oleh-oleh itu. Kemudian, Pemkot membangun gedung parkir di Jalan Pandanaran sebagai solusi permasalahan parkir di Jalan Pandanaran.

Gedung parkir tersebut juga dilengkapi jembatan penyebrangan orang (JPO) untuk mempermudah akses masyarakat menuju pusat oleh-oleh Pandanaran.

JPO tersebut pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk lift dan dan lampu-lapu yanh nantinya dapat mempercantik tata kota. “Jadi bisa digunakan sebagai JPO juga bisa dimanfaatkan untuk tempat wisata yang instagramable,” ucapnya.

Hendi melanjutkan, masa kontrak pembangunan gedung parkir tersebut hingga Desember 2019. Namun, pembangunannya ditargerkan rampung Oktober 2019.

“Nantinya setelah dibangun gedung parkir, kawasan Jalan Pandanaran harus bebas dari parkir tepi jalan karena gedung itu dibangun untuk sterilkan parkir tepi jalan,” ucap Hendi, sapaan akrabnya.

Selain tempat parkir, lanjut Hendi, gedung berlantai sebelas ini juga akan digunakan sebagai kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang dan Puskesmas Pandanaran.

Saat ini Dinkes Kota Semarang masih berada di MG Setos, Jalan Thamrin Semarang. Sedangkan, Puskesmas Pandanaran masih menempati Gor Tri Lomba Juang.

Dia juga sudah meminta Dinkes Kota Semarang untuk bersiap-siap pindah menempati kantor baru.

“Saya sudah sampaikan ke temen-temen untuk mempersiapkan hal itu. Terutama proses pemindahan Dinkes yang mana saat ini kantornya masih menggunakan ruangan di MG Setos,” ujarnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × two =