Home Hukum dan Kriminal Jaksa Tak Kuasa Hadirkan Saksi Korupsi Pendidikan Kendal di Persidangan

Jaksa Tak Kuasa Hadirkan Saksi Korupsi Pendidikan Kendal di Persidangan

 

Kendal, 2/2 (BeritaJateng.net) – Proses persidangan kasus dugaan korupsi Alat Peraga Pendidikan Kendal Tahun 2012 yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Semarang, Selasa (2/2) dinilai cukup memprihatinkan, karena dari enam saksi yang dipanggil ke persidangan hanya satu orang yang dapat hadir.

Saksi ini pun dinilai Majelis Hakim tidak relevan dengan kasus korupsi yang telah menjebloskan terdakwa Ana, Sudar, Ciptono dan Agus.

”Saksi ini tidak ada relevannya dengan kasus korupsi ini, apa yang akan didapat,” Ujar Ketua  Majlis Hakim, Gatot dipersidangan.

Menurut Gatot, ketidakhadiran para saksi dipersidangan ini merupakan tanggungjawabnya, tapi sidang ini dikejar waktu. Karenanya Berita Acara Pemeriksaan (BAP) harus segera dibacakan.

“Ya silahkan JPU untuk membacakan  BAPnya,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua LSM Police Watch Jateng, Aris sangat menyesalkan pihak Jaksa tidak mampu menghadirkan para saksi dalam persidangan ini, karena diduga para saksi yang mangkir tersebut memiliki peran keterlibatan yang dominan dalam kasus ini.

”Kalau para saksi dipanggil di Pengadilan tidak hadir, lalu kita sangat prihatin dengan pengadilan kita, koq tak kuasa mereka dihadirkan,” tegasnya.

Ditambahkan Aris, selama ini pihaknya  selalu memantau kasus ini dan dalam waktu dekat disamping akan melayangkan surat ke aparat penegak hukum yang menanganinya  juga rencananya akan meminta kepada Mabes Polri untuk melakukan gelar perkara kasus ini. “Perlu diseminasi di Propam Polri dan gelar perkasa kasus ini,” katanya.

Senada juga disampaikan Ketua LSM Vok Populi, Joko Wiyono yang merasa aneh dengan proses persidangan ini yang hampir semua saksinya dikategorikan sulit untuk dihadirkan dipersidangan.

Padahal mereka dalam hitungannya ada saksi yang mangkir hingga 5 (lima) kali, tapi justru para aparat penegak hukumnya biasa-biasa saja dan tidak ada upaya untuk melakukan penjemputan paksa. “Mereka khan sudah bisa dikategorikan penghinaan pada peradilan, tapi koq tak dijemput paksa. Heran saya,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Pihak JPU Kejati Jateng, Febri membantah jika pihaknya tidak berusaha menghadirkan para saksi di Persidangan. ”Kami sudah memanggil 6 orang saksi, tapi yang bisa hadir pada hari ini satu orang,” tuturnya.

Dan diakuinya dalam hal penjemputan paksa itu merupakan kewenangan Majlis Hakim, dan dalam persidangan ini Majelis Hakim hanya memerintahkan membacakan Berita acara pemeriksaan (BAP) para saksi yang tidak hadir.

”Bagi kami kan hanya memenuhi kewajiban pemanggilan guna membuktikan kebenaran tuntutan kami kepada para terdakwa, dan kami tidak bisa memaksa karena Majlis hakim pun tidak memerintahkannya, kami yakin Majlis sudah ada keyakinan,” ujar Febri.

Selanjutnya Pengacara Para Terdakwa, Heru juga menyesalkan para Saksi tidak dapat dihadirkan dalam persidangan ini, padahal mereka termasuk para saksi yang cukup berperan dalam Proyek Pendidikan Kendal yang telah menjebloskan para kliennya ini. ”Kehadiran mereka mestinya dapat meringankan para terdakwa, namun dalam sejarah peradilan kita belum ada para saksi yang tidak hadir  dapat dijemput paksa,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui Kasus Korupsi Alat Peraga Pendidikan Kendal Tahun 2012 senilai Rp 6,7 Milyar yang  diduga merugikan keuangan Negara dikisaran Rp 1,7 Milyaran  ini  dan telah menjebloskan empat orang tersangkanya yaitu Ciptono, Sudar, dan Agus yang  ketiganya PNS di Dinas Pendidikan Kendal dan Ana yang merupakan rekanan pelaksana Proyek Alper Pendidikan Kendal. Namun dalam Fakta persidangan Muryono selaku Plt Kadis Pendidikan disebut-sebut ikut terlibat dan memerintahkan pelaksanaan proyek ini dengan 3 (tiga) dokumen yang ditandatanganinya.

Kemudian Muryono pun dalam kesaksiannya menuding Suwindi lah yang mengendalikan proyek ini, bahkan Ia sempat ditelpon Windi agar proyek ini segera dilelang dan dilaksanakan hingga mereka pun harus dikondisikan meminta bantuan Oknum Kejaksaan Kendal. (Bj)