Home Hukum dan Kriminal Jajal Alat Pencacah Rumput, Kapolres Blora: Perlu Dibuat Massal

Jajal Alat Pencacah Rumput, Kapolres Blora: Perlu Dibuat Massal

216
0
Kapolres Blora Jajal Alat Pencacah Rumput
        BLORA, 8/1 (BeritaJateng.net) – Penasaran dengan alat pencacah rumput buatan anggotanya, Kapolres Blora AKBP Saptono Senin pagi (8/1/2018) mengunjungi rumah Aipda Suyono bhabinkamtibmas nglobo di kecamatan Jiken kabupaten Blora. Kapolres sangat mengapresiasi Aipda  Suyono, yang membuat pencacah rumput. Berkat alat tersebut, warga sekitar terbantu, sehingga biaya pakan ternak lebih ringan.
        Dalam kunjungannya di rumah AIpda Suyono Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kapolrtes Blora AKBP Saptono, juga sempat mempraktikkan cara kerja alat pencacah rumput itu. Dia merasa kagum dan perlu perbaikan serta dibuat secara masal.
         “Sangat mengapresiasi dengan alat pencacah rumput. Bisa dimodifikasi. Harganya murah. Awet dan tahan lama. Karena pisaunya tebal,” jelasnya.
         Menurutnya, alat yang diciptakan Aipda Suyono itu sangat membantu petani dan peternak. Apalagi limbah tanaman bisa dijadikan pakan ternak setelah dicacah dengan alat tersebut.
        “Penggilingan menggunakan mesin pencacah ini sangat efisien untuk pakan ternak sapid an kambing, serta cukup tahan lama apabila divermentasikan bisa tahan hingga 4 bulan lebih,” tegasnya.
         Kapolres menambahkan, alat tersebut bisa lebih dikembangkan apabila di dukung oleh pemerintah daerah. Selanjutnya bisa diperbantukan kepada para peternak. “Selama ini bantuan traktor sudah terlalu banyak. Seperti mesin pencacah rumput ini juga perlu diapresiasi,” ucapnya.
        Saat dikunjungi Kapolres, Aipda Suyono mengeluhkan, sudah banyak permintaan tapi belum adanya perhatian seehingga dirinya kekurangan modal untuk biaya pembuatan mesin tersebut.
Aipda Suyono menjelaskan, mesin pencacah rumput tersebut untuk membantu warga menyediakan pakan ternak. Alat itu mampu mengurangi biaya dan tenaga yang dikeluarkan para peternak. “Alat pencacah rumput ini saya buat dari hasil tabungan sendiri dengan dibantu warga yang bisa mengelas,” ujarnya.
          Selain alat pencacah rumput, Aipda Suyono juga mengajarkan pembuatan pakan ternak dengan cara silase atau pengawetan. Menurutnya, melimpahnya pakan ternak pada musim hujan merupakan kesempatan untuk menyimpan di musim kemarau. Dengan cara yang dia ajarkan, pakan tersebut dapat disimpan selama satu bulan bahkan satu tahun. Sehingga para peternak tidak kesusahan mencari rumput setiap hari.
        “Limbah-limbah pohon jagung yang sudah kering biasanya dibakar oleh petani sekarang bisa dimanfaatkan buat pakan ternak,” jelas mantan Kepala Desa Nglobo tersebut.
          Menurutnya, ide pembuatan pencacah pakan ternah tersebut berawal dari tiga tahun lalu. Saat musim kemarau selalu ada ongkos tambahan untuk mencari pakan ternak.
(MN/El)