Home Headline Jadug Trimulyo Ainul Amri, Gemakan Persatuan Di Wisuda Ke-152 UNDIP 

Jadug Trimulyo Ainul Amri, Gemakan Persatuan Di Wisuda Ke-152 UNDIP 

1786
0
Jadug Trimulyo Ainul Amri
        Semarang, 8/11 (BeritaJateng.net) – Semangat nasionalisme menggema di Wisuda ke 152 Universitas Diponegoro Semarang di Gedung Prof. Soedarto Undip Semarang. Salah satu wisudawan bernama Jadug Trimulyo Ainul Amri mengobarkan semangat persatuan saat prosesi wisuda yang berlangsung tepat tiga hari pasca peringatan Sumpah Pemuda.
      Mengenakan toga, Jadug Trimulyo Ainul Amri atau yang akrab disapa Jadug ini secara resmi menyandang gelar Sarjana Hubungan Internasional Universitas Diponegoro Semarang, 31 Oktober 2018 lalu.
     “Sumpah Pemuda telah mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan tanpa persatuan selama ratusan tahun, tidak lebih efektif daripada puluhan tahun perjuangan demi merebut kemerdekaan. Maka apabila dahulu segelintir Bumi Putera mampu memerdekakan bangsanya. Maka yakin, ribuan Diponegoro Muda hari ini mampu memajukan negaranya,” seru Jadug dalam orasinya.
       Jadug mewakili wisudawan Universitas Diponegoro periode 152, menyerukan pentingnya persatuan demi kepentingan bangsa kepada seluruh alumni, orang tua/wali wisudawan, dan jajaran pimpinan Universitas Diponegoro.
       Pengalaman berorganisasi membuat Jadug mampu membawa suasana dan mengobarkan semangat ditengah kebahagiaan wisuda kala itu. Jadug merupakan cerminan aktifis yang berorientasi pada pergerakan positif menyuarakan kebenaran.
       Semasa kuliah, Jadug pernah menjadi Presiden Mahasiswa Universitas Diponegoro periode 2016-2017. Menjadi Presiden Mahasiswa tentu membuatnya tidak asing dengan dunia pergerakan, tercatat selama 2017 saja telah melakukan aksi lebih dari 40 kali demi menyuarakan kebenaran.
        Sosok yang pernah menjadi Ketua Pelajar Islam Indonesia Kabupaten Jepara periode 2013-2014 dan Ketua Senat Mahasiswa FISIP Undip ini meski memiliki segudang kesibukan dalam dunia pergerakan, ia tidak melupakan bidang akademik.
       Ia bahkan mampu meraih gelar sarjananya dalam kurung waktu 3 tahun dan 11 bulan masa studi saja dengan predikat Cumlaude.
        Tak hanya itu, owner dari Burjo Manja Tembalang, Semarang ini juga sering diundang sebagai pembicara seminar bertaraf nasional maupun forum Internasional.
       Ia merupakan Kepala Delegasi Republik Indonesia dalam Model Asia-Europe Meeting di Hanoi, Vietnam pada 2016 dan menjadi peserta National Model United Nations yang diselenggarakan pada 2018 di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here