Home Ekbis IWAPI Ajak Wanita Tak Takut Berwirausaha

IWAPI Ajak Wanita Tak Takut Berwirausaha

image
Ilustrasi

Semarang, 22/12 (Beritajateng.net) – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Semarang beranggapan agar wanita tidak perlu takut untuk berbisnis apalagi jika bisnis tersebut berangkat dari kegemaran.

“Jangan pernah takut memulai karena suatu saat apa yang dihasilkan dari bisnis tersebut pasti bisa berguna bagi keluarga,” kata salah satu pengurus Iwapi Kota Semarang dan juga pengrajin tas rajut Eni Bonang pada dialog bisnis dalam rangka memperingati hari ibu di Semarang, Senin.

Meski demikian, agar berhasil dalam melakukan tugas dan kewajiban sebagai seorang wanita, maka kecerdasan dalam membagi waktu untuk keluarga dan bisnis menjadi kunci utama.

“Seorang wanita membutuhkan kecerdasan otak dan hati dalam mengatur waktu untuk bisnis dan keluarga agar tetap memperoleh porsi seimbang. Seimbang artinya bukan masing-masing 50 persen, tetapi di satu sisi kita tetap bisa mendampingi keluarga dan di sisi lain bisa menjalankan bisnis dengan baik,” kata pemilik merek tas kawung rajut ini.

Sementara itu, salah satu pengrajin lain yang juga tergabung dalam keanggotaan Iwapi Kota Semarang Claudyna S Ningrum mengatakan seorang pengusaha wanita harus jelas dalam menentukan prioritas hidup. Baginya, prosentase 40 persen keluarga dan masing-masing 30 persen untuk mengurus bisnis dan organisasi merupakan porsi yang pas.

“Terkadang sebagai seorang wanita justru kita lebih kuat dibandingkan dengan pria karena bisa menjalankan pekerjaan dan fungsi sebagai ibu rumah tangga secara bersamaan,” kata pemilik toko tas dan pakaian d’cla ini.

Menurutnya, dukungan dari keluarga baik itu pasangan, anak, dan orang tua menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan karir seorang wanita.

“Oleh karena itu, kami berharap agar para ibu rumah tangga yang ingin merintis usaha rumahan jangan pernah takut untuk memulai. Dengan usaha rumahan, kita tetap bisa bekerja sambil mengawasi kegiatan anak,” katanya.

Menurutnya, ketika seorang wanita sudah memiliki visi bahwa bisnis adalah bisnis maka usaha tersebut tetap bisa berjalan baik tanpa mengganggu urusan keluarga.

“Sebagai seorang ibu yang juga pengusaha, ketika di tempat kerja kita harus bisa mengarahkan para pegawai dengan baik tetapi ketika di rumah tetap harus bisa menjadi ibu dan pendamping bagi suami,” katanya.(ant/ss)