Home Kesehatan Iuran Bulan Dana PMI Dihapus, PMI Semarang Bakal Maksimalkan Sektor Lain

Iuran Bulan Dana PMI Dihapus, PMI Semarang Bakal Maksimalkan Sektor Lain

88
0

Semarang, 6/12 (BeritaJateng.net) – Rencana adanya penghapusan alokasi tarikan iuran Bulan Dana PMI di masyarakat tak menjadikan PMI Cabang Kota Semarang patah semangat dalam menghidupi lembaga kemanusiaan ini. PMI Kota Semarang masih bisa mendiri secara pendanaan melalui sektor lainnya.

“Kita akan mencari inovasi lainnya yang sesuai aturan, Bulan Dana PMI sebenarnya juga sudah sesuai dengan perundangan dan ada aturannya. Jika memang akan dihapus kita siap mencari pendanaan lainnya,” kata Ketua PMI Jawa Tengah, Imam Triyanto saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kota Semarang.

Di katakannya, rencana atau wacana penghapusan iuran Bulan Dana PMI menguat setelah adanya kesan isu pungutan liar (pungli) di tengah masyarakat. Pihaknya optimis, PMI memang tidak boleh hanya mengandalkan operasional dari iuran Bulan Dana PMI.

“Aturannya sudah jelas dan itu tidak bisa disebut pungli. Namun kami sudah menghadap ke pusat untuk meminta penjelasan,” katanya.

Sementara, Ketua PMI Kota Semarang yang baru dilantik, Shofa Chasani mengaku jika wacana penghapusan bulan dana memang menjadi tantangan berat. Sebab selama ini, sebagian besar operasional PMI berasal dari dana yang dihimpun dari masyarakat setiap tahunnya.

Sampai saat ini PMI Kota Semarang sudah memiliki banyak sektor yang dapat menjadi sumber pemasukan. Diantaranya pelayanan di Unit Transfusi Darah (UDD), poliklinik, dan membangun Politeknik Transfusi Darah.

“Kami optimis, karena dari sektor lain semua potensi itu akan kami kembangkan agar mampu membiayai seluruh operasional PMI,” ujarnya.

Shofa mengatakan, jika kondisi keuangan PMI Kota Semarang sebenarnya siap tanpa mengandalkan Bulan Dana PMI. Untuk saat ini, pendapatan dari berbagai unit yang ada di PMI Kota Semarang sudah mencukupi.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang turut menyaksikan pelantikan menambahkan, para pengurus PMI Kota Semarang untuk terlebih dahulu melakukan telaah hukum terkait kegiatan Bulan Dana PMI yang dilakukan setiap tahun.

“Pengurus PMI Kota Semarang harus konsultasi ke pusat terkait kegiatan tersebut apakah termasuk pungli atau tidak. Kalau memeng nanti dihapuskan PMI perlu melakukan inovasi-inovasi kegiatan, saya yakin minat masyarakat akan kegiatan PMI akan tetap tinggi walaupun tanpa melalui Bulan Dana karena kepercayaan masyarakat pada PMI masih tinggi,” tuksanya. (Bj/EL)