Home Headline Ita Vaksinasi Kedua, Minta Warga Jangan Ragu dan Takut di Vaksin

Ita Vaksinasi Kedua, Minta Warga Jangan Ragu dan Takut di Vaksin

335
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Semarang, 28/1 (BeritaJateng.net) – Suntikan vaksin kedua tahapan pertama berlangsung hari ini, Kamis (28/1/2021). Beberapa tokoh di Kota Semarang yang 14 hari lalu telah melakukan suntikan vaksin pertama, hari ini kembali menjalani suntikan yang kedua di Aula Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang.

Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjadi tokoh pertama mewakili Pemerintah Kota Semarang yang di vaksin untuk kedua kalinya. Mbak Ita, sapaannya, mengaku tidak lagi deg-degan atau grogi untuk vaksinasi kedua kalinya.

“Ini tadi setelah vaksin kedua kan nunggu observasi dulu sekitar 30 menit tapi alhamdulilah ga ada terjadi apa-apa, mungkin juga karena sudah vaksin kedua ya, kalau vaksin yang pertama kemarin emang deg-degan ya, tapi yang kedua ini biasa saja, mengalir saja,” jelas Mbak Ita usai disuntikkan vaksin.

Mbak Ita juga mengaku tidak merasakan efek samping apapun sejak vaksinasi dua pekan lalu. Menurutnya jika ada beberapa orang yang merasakan kantuk usai divaksin, dirinya juga merasa segar.

“Dari setelah vaksin yang pertama saya juga tidak merasakan apapun, kalau kata beberapa orang yang sudah di vaksin ada yang ngantuk, pegel-pegel tapi alhamdulilah kalau saya tidak ada masalah apa-apa,” ungkapnya.

Mbak Ita juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak takut untuk di vaksin. Dan bagi yang telah divaksin, dirinya berpesan agar tetap patuh protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak hingga menghindari kerumunan.

“Kami imbau masyarakat tetap patuhi prokes dan jangan takut untuk di vaksin, semoga masyarakat semarang semuanya bisa segera mendapatkan vaksin, dan jangan ada rasa takut karena vaksin ini tidak ada efek apapun tapi justru menambah kekebalan bagi tubuh,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan sejauh ini belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Meski demikian, Hakam mengaku sempat merasakan kantuk saat usai disuntikkan vaksin yang pertama, namun selebihnya tidak ada efek apapun.

“Untuk KIPI sendiri di kota Semarang belum ada ya seperti demam, bengkak, kemerahan, tapi ada yang merasakan sedikit ngantuk, tapi setelah itu tidak ada. Kalau saya di hari pertama usai divaksin yang pertama cuma sedikit agak mengantuk tapi selanjutnya tidak ada apa-apa,” terang Hakam.

Terkait masa pembentukan imunitas tubuh, Hakam menerangkan bahwa usai divaksin akan ada tenggang waktu 28 hari sejak suntikan pertama yakni amsa pembentukan imunitas atau kekebalan tubuh.

“Imunitas terbentuk setelah 28 hari setelah disuntikkan pertama, jadi setelah vaksin pun protokol kesehatan harus tetap dilakukan secara maksimal, karena afikasinya 65,3%, efektivitasnya harus kita maksimalkan karena kalau dari teori 70% sudah oke, artinya 30% adalah orang-orang yang sudah di vaksin tapi tetap terkena, harapannya jika dia terpapar dia hanya OTG atau ringan tidak sampai masuk rumah sakit,” jelasnya.

Disinggung soal percepatan vaksin di Kota Semarang, Mbak Ita mengaku percepatan pemberian vaksin cukup bagus, bahkan di Jawa Tengah menduduki peringkat pertama dalam percepatan vaksinasi.

“Seperti yang disampaikan kepala BPOM dan dari Dinkes provinsi jateng, bahwa provinsi jawa tengah ini menduduki peringkat pertama dalam percepatan vaksinasi,” pungkasnya. (El)