Home Headline Ita: Penguatan Parapet dan Peninggian Tanggul Solusi Penanganan Banjir Sementara Perum Dinar...

Ita: Penguatan Parapet dan Peninggian Tanggul Solusi Penanganan Banjir Sementara Perum Dinar Indah

276
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau lokasi banjir di Perumahan Dinar Indah Meteseh Tembalang.

SEMARANG, 18/1 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat untuk menangani permasalahan terkait dampak banjir di Perum Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, yang terjadi pada Minggu, (17/1/2021) kemarin.

Ada sebanyak 33 rumah warga di Perum Dinar Indah terdampak banjir akibat luapan sungai Pengkol yang tak jauh dari lokasi perumahan tersebut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat melakukan penanganan sementara bagi warga yang terdampak banjir, diantaranya melalui BPBD,  DLH, PU dan PDAM, Dinas Sosial serta BWWS Pemali-Juana.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, saat ini air dilokasi banjir telah surut, karena banjir adalah air yang lewat ke daerah yang memiliki cekungan. Sehingga luapan air merendam rumah warga, terutama yang dekat dengan lokasi cekungan tersebut.

“Air lewat, dampaknya air banjir  membawa lumpur ke rumah -rumah warha dan jalan di Perum Dinar Indah, banjir ini akibat luapan Kali Pengkol. Luapan air banjir ini yang hulunya dari sungai Melueh, Ungaran,” ungkapnya, saat meninjau dilokasi banjir, Senin, (18/1/2021).

Saat ini, pihaknya telah meminta DLH untuk membersihkan lumpur dan sampah di lokasi yang terkena banjir, lalu BPBD untuk membantu sembako, dan peralatan mandi.

“Lalu, mengerahkan sedikitnya 3 mobil Damkar untuk menyemprot timbunan lumpur. Serta kebutuhan warga yang sangat mendesak saat ini seperti konsumsi, peralatan mandi, sikat gigi, karbol, sabun cuci juga saya minta diberikan,” imbuh Mbak Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang.

Dilokasi, karena rumahnya semua kemasukan lumpur, jadi pakaian dan peralatan elektronik otomatis kotor. “Jadi kami akan membantu agar pakaian warga yang terkena lumpur bisa dicucikan,” terangnya.

Kemudian, kebutuhan anak-anak juga dibantu, seperti buku-buku paket sekolah, kuota internet, dan buku tulis. “Karena semuanya kan buku dan alat tulis ikut terendam banjir, saya minta dinas Pendidikan untuk membantu juga,” katanya.

Untuk penanganan sementara, Pemkot Semarang berkoordinasi dengan PU dan BWWS Pemali -Juana, untuk mengecek tanggul Kali Pengkol. “Sementara ini yang kami lakukan adalah untuk memperkuat parapet atau peninggian tanggul. Mengingat musim hujan masih cukup tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu,  Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif meminta penanganan kejadian banjir di Perum Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Minggu (17/1/2021) sore, bisa segera diatasi.

Yaitu dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tim relawan, semua elemen masyakarat serta relasi masyarakat setempat. “Tidak hanya diserahkan kepada Pemerintah Kota Semarang semata, karena musibah banjir perlu dukungan semua pihak untuk saling membantu,” terangnya.

Sebenarnya, kata Afif, saat tanggap bencana banjir, perlu adanya rasa empati, kebersamaan dan kekompakan dari semua elemen masyarakat baik masyarakat setempat, dan relasi masyarakat tetap dijaga.

Dikatakannya, banjir di Perum Dinar Indah daerah yang baru, karena sebelumnya di Perum Dinar Mas. “Sekarang banjir terjadi di Dinar Indah, bahkan air banjir merendam rumah warga mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta maayarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Karena saat ini masih musim penghujan, kesigapan tim relawan, elemen masyarakat tergabung di dalam organisasi tanggap bencana terus ditingkatkan,” katanya.

Musibah atau bencana banjir, terjadi memang arena faktor alam, hujan curah hujan tinggi, ternyata ada juga banjir kiriman dari Kabupaten Semarang, Ungaran. “Hal ini perlu kita perhatikan tidak hanya air hujan di kota Semarang, Ungaran juga ikut mengirimkan air sehingga membuat banjir di Semarang Atas,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian banjir ini, Pemkot Semarang harus antisipasi melakukan bagaimana banjir tidak terjadi atau sebelumnya tidak banjir yaitu Perum Dinar Indah. “Saat ini dibutuhkan membersihkan rumah-rumah warga di tingkat kecamatan, kelurahan, RT/RW mengajak masyarakat untuk gotong-royong, memebersihkan bekas banjir seperti lumpur yang masuk ke rumah warga dan jalan setelah air surut,” terangnya. (El)