Home News Update Ita : Pasar Dargo Potensial Jadi Wisata Unggulan Kota Semarang

Ita : Pasar Dargo Potensial Jadi Wisata Unggulan Kota Semarang

Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa mbak Ita saat membeli batu akik di pasar Dargo Semarang.
Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa mbak Ita saat membeli batu akik di pasar Dargo Semarang.
Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa mbak Ita saat membeli batu akik di pasar Dargo Semarang.

Semarang, 6/9 (BeritaJateng.net) – Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Ita menilai Pasar Dargo potensial dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan

“Sekarang kan Pasar Dargo jadi sentra batu akik dan batu mulia. Lokasinya juga strategis, gedungnya (tempat pedagang, red.) juga sudah ada,” katanya saat “blusukan” di Pasar Dargo Semarang, Sabtu.

Ita berpasangan dengan calon wali kota Hendrar Prihadi (Hendi) dengan slogan Hebat (Hendi-Ita Bersama Rakyat) diusung tiga partai politik, yakni PDI Perjuangan, Partai Nasdem, dan Partai Demokrat.

Pasar Dargo yang dulunya dikenal sebagai sentra beras dimanfaatkan Pemerintah Kota Semarang untuk tempat relokasi pedagang batu akik dan batu mulia yang sebelumnya berjualan di Jalan Kartini.

Ia mengakui kondisi Pasar Dargo memang masih perlu penataan dan pembenahan untuk membuat para pedagang dan pengunjung yang datang semakin nyaman, baik dari parkirnya, kebersihan, dan pendingin udara.

Menurut dia, Pasar Dargo layak dikembangkan sebagai sentra batu akik dan batu mulia sekelas Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta yang sudah dikenal luas sebagai pasar batu mulia di Indonesia.

“Saya rasa Pasar Dargo layak untuk dikembangkan sebagai pusat batu mulia terbesar di Jawa Tengah. Jadi, keberadaannya akan semakin menambah kelengkapan destinasi wisata di Kota Semarang,” katanya.

Ita optimistis keberlangsungan aktivitas jual beli batu mulia dan batu akik di Pasar Dargo bukan semata bergantung “booming” sesaat, melainkan akan terus berlanjut secara berkesinambungan.

“Sebagai contoh Pasar Rawa Bening. Dari dulu sebelum ‘booming’ batu akik kan sudah ramai dan banyak dikunjungi. Makanya, Pasar Dargo potensial untuk dikembangkan sebagaimana Pasar Rawa Bening,” katanya.

Pengunjung yang berdatangan di Pasar Rawa Bening, kata dia, kebanyakan juga berasal dari luar Jakarta sehingga jika Pasar Dargo bisa ditata secara baik akan menjadi magnet yang kuat menarik wisatawan.

Nantinya, kata dia, publikasi terhadap keberadaan Pasar Dargo sebagai destinasi wisata juga harus terus digencarkan agar semakin banyak yang datang, dan tidak perlu jauh-jauh ke Pasar Rawa Bening.

“Destinasi wisata di Kota Semarang bukan hanya kuliner dan wisata religi. Ya, salah satunya Pasar Dargo ini yang bisa dikembangkan sebagai salah satu ‘magnet’ sebagai tujuan wisata,” pungkasnya. (Bj)