Home Headline Ita: Keterbatasan APD di RS Semarang, Usul Jas Hujan Bisa Dimodifikasi

Ita: Keterbatasan APD di RS Semarang, Usul Jas Hujan Bisa Dimodifikasi

336
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Hevearita Gunaryanti Rahayu Berkoordinasi dengan Seluruh Rumah Sakit di Kota Semarang.

Semarang, 21/3 (BeritaJateng.net) – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corona di Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan hingga saat ini ketersediaan Alat Perlindungan Diri (APD) di masing-masing rumah sakit masih terbatas.

Hal tersebut disampaikan usai menggelar rapat terbatas bersama direktur rumah sakit se Kota Semarang di situation room, kantor Wali Kota Semarang, Jumat (20/3/2020).

“Dalam pertemuan dengan direktur banyak hal yang dibahas soal penanggulangan penyebaran virus corona. Kita bentuk PIC, sehingga kalau ada pasien bisa langsung ke rumah sakit-rumah sakit terdekat,” ujar Mbak Ita, panggilan akrabnya.

Lebih lanjut Wakil Wali Kota Semarang ini menyampaikan, kalau ada pasien yang sudah serius dan butuh penanganan khusus bisa ke tempat-tempat rumah sakit yang menyediakan ruang khusus atau isolasi, karena ruang isolasi memiliki standar khusus.

Dalam rapat tersebut, Mbak Ita juga menyampaikan jika kebutuhan APD dimasing-masing rumah sakit hingga saat ini masih sangat terbatas. Bahkan ada rumah sakit yang mulai kehabisan APD.

“Dalam pertemuan tadi ada yang menginformasikan salah satu pabrik jas hujan memodifikasi jas hujan menjadi APD. Ini perlu kita koordinasikan untuk dijadikan APD alternatif,” tambahnya.

Modifikasi ini menurut Mbak Ita patut didukung karena APD yang sebenarnya saat ini sangat mahal dan barangnya tidak ada.

“APD yang sebenarnya harganya sangat mahal, awalnya yang biasa hanya Rp 100 ribu, saat ini sudah menjadi Rp 1 juta. Meski mahal barangnya tidak ada, kalau pun mahal kalau barangnya ada masih bisa dibeli,” tandasnya.

Maka dari itu lanjut Mbak Ita, informasi tersebut langsung dikomunikasikan dengan direktur rumah sakit apakah bisa menggunakan jas hujan yang telah dimodifikasi menjadi APD.

“Nanti kita akan coba ke pabrik jas hujan itu, syukur-syukur kalau sudah dimodifikasi sehingga bisa langsung digunakan,” tambahnya.

Disinggung soal pembiayaan untuk pasien suspect corona, dari informasi yang ia terima, karena corona sudah menjadi pandemi, maka pembiayaan bisa di back up BPJS.

“Karena wabah ini sudah menjadi pandemi, bisa dicover dengan BPJS, tapi kita akan mencari informasi kebenarannya, karena jangan sampai membuat rumah sakit terjebak dengan persoalan pembiayaan,” tandasnya lagi.

Lebih lanjut Mbak Ita mengatakan,
dalam penanggulangan virus corona, Pemkot Semarang akan terus upaya sampai benar-benar virus corona hilang.

Salah satunya dengan terus memberikan hand sanitizer kepada masyarakat. Penyemprotan disinfektan massal ke seluruh penjuru Kota Semarang sesuai dengan arahan Wali Kota Semarang.

“Penyemprotan massal akan dilakukan setiap dua hari sekali di tiga kecamatan sampai tuntas,” ujarnya.

Disinggung adanya informasi di kawasan Ngaliyan masuk zona merah, pihaknya belum mendapatkan informasi. Namun pihaknya berpesan jangan mudah percaya dengan info-info yang tidak jelas.

“Untuk Ngaliyan kami belum informasi, kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan info-info yang tidak jelas. Tapi kami akan lakukan tracking bekerja sama dengan kominfo dan satuan tugas dari masing-masing kecamatan,” pungkasnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 5 =