Home News Update Ita Ingin Jadikan Semarang Ladang Potensial Kemandirian Energi Daerah

Ita Ingin Jadikan Semarang Ladang Potensial Kemandirian Energi Daerah

Foto bersama peserta forum dari 61 daerah di Indonesia
Foto bersama peserta forum dari 61 daerah di  Indonesia
Hevearita Gunaryanti Rahayu berfoto bersama dengan peserta forum pengelolaan energi dan BUMD Migas dari 61 daerah di Indonesia

Semarang, 30/10 (BeritaJateng.net) – Kota Semarang di mata seorang Ir. Hevearita Gunaryanti Rahayu memiliki kekayaan potensi sumber daya alam berupa minyak dan gas (migas). Calon Wakil Walikota dari koalisi HEBAT yang diusung PDIP, Demokrat, dan Nasdem ini berupaya menjadikan Semarang sebagai ladang potensi kemandirian energi daerah.

“Jangan salah, Semarang memiliki kekayaan cadangan gas di daerah Mangkang. Dan sudah dimanfaatkan oleh sektor swasta melalui Pertamina,” ujarnya.

Meski masih hanya berupa penghasil gas alam, hal ini telah menunjukkan Semarang sebagai penyuplai kebutuhan migas. Di sisi lain sebagai indikasi bahwa pendapatan asli daerah (PAD) bisa digenjot tak hanya pada sektor bea, pajak, dan restribusi, namun sektor migas bisa berperan. Jika kebutuhan migas dikelola dengan baik.

“Indikasinya adalah kebutugan akan gas berarti besar, meski kecil secara ladang migasnya namun bisa dikelola sektor bisnis hilirnya,” tambah mantan Direktur Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) ini.

Mbak Ita, sapaan akrabnya, kenyang akan pengalaman pengelolaan migas baik dari sisi teknis maupun bisnis. Ia berupaya untuk mewujudkan sektor bisnis migas dengan memegang sektor hilir.

“Kita bisa kelola bisnis hilirnya dengan bekerjasama dengan para BUMD di seluruh Indonesia yang kaya migas seperti Blora, Cepu, dan Purwodadi untuk memenuhi kebutuhan migas baik dari retail rumah tangga maupun sektor korporasi swasta,” katanya.

“PAD migas bisa dijadikan sebagai kesejahteraan hak warga seperti kesehatan, pendidikan dan alokasi umum lainnya,” tambahnya.

Mbak Ita yang ditemui BeritaJateng.net di acara Seminar Migas ‘Bersinergi Untuk Kelangsungan Industri Migas Nasional’, di Hotel Grand Candi Semarang ini melihat potensi tersebut wajib diberdayakan lebih jauh dengan membentuk badan usaha milik daerah untuk migas.

“Jika saya mendapat amanah, ilmu saya akan saya gunakan untuk kesejahteraan warga melalui bisnis daerah migas. Untuk mewujudkan kemandirian energi pertama harus membentuk badan usaha untuk kelola kebutuhan migas, utamanya gas bagi sektor rumah tangga,” paparnya.

BUMD tersebut, kata Mbak Ita bisa disinergikan dengan bekerjasama malalui Perusahaan Gas Negara (PGN) atau Pertamina dengan program City Gas.

“City Gas ini nanti yang akan memasok kebutuhan gas melalui pipa-pipa langsung dari sumbernya kepada rumah tangga. Jadi warga akan mendapatkan manfaat penggunaan gas dengan harga murah, aman pemakaian dan kemudahan dalam mendapatkannya,” jelasnya. (Bj05)