Home News Update Ita Ingin Jadikan Pasar Waru Indah Sebagai Sentra Pasar Klitikan Semarang

Ita Ingin Jadikan Pasar Waru Indah Sebagai Sentra Pasar Klitikan Semarang

P_20150903_104144

Semarang, 3/9 (BeritaJateng.net) – Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita berkeinginan menjadikan pasar klitikan Waru Indah ssbagai sentra jual beli barang-barang klitikan di Kota Semarang.

“Pedagang-pedagang di Pasar Waru Indah harus dikelompokan dalam klaster-klaster, terlebih adanya pasar klitikan sendiri dapat menjadi ‘jujugan’ apabila ingin mencari atau menjual barang-barang antik atau lawas,” ungkap Ita usai sosialisasi pencalonan diri di Pasar Waru Indah, Kamis (3/9).

Menurut Ita, pengelompokan atau klaster pedagang juga bertujuan untuk mengangkat nama pasar klitikan Waru Indah agar lebih dikenal masyarakat luas.

P_20150903_103920

“Jujur saya sendiri juga baru tahu kalau ada pasar klitikan besar di pasar Waru Indah. Padahal kalau sudah ada pengelpokan atau klaster, ketika warga Semarang mencari barang antik, barang lawas atau jual beli barang bekas langsung tertuju ke wilayah ini,” terang Mantan Direktur Utama PT. SPHC ini.

Seperti komitmen Hendi-Ita untuk mengangkat Pekerja Kreatif Lapangan (PKL) menjadi Ikon Kota Semarang, pihaknya berupaya untuk memaksimalkan penataan dengan revitalisasi.

“Revitalisasi bukan berarti membongkar atau merobohkan bangunan, namun menata dengan apik dan bersih agar pedagang maupun pembeli dapat merasakan kenyamanan berbelanja,” imbuh Ita.

Bukan hanya berfokus pada penataan, Ita juga menampung aspirasi pedagang pasar klitikan yang berharap agar ada trayek atau moda transportasi ke arah Pasar Waru. “Jika terpilih nanti, kami berupaya melakukan pengadaan trayek atau transportasi ke arah pasar Waru Indah agar dapat mudah diakses oleh masyarakat kota Semarang,” lanjutnya.

P_20150903_101903

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Waru Klitikan, Gunawan mengatakan jika selama ini perputaran roda ekonomi pedagang klitikan Pasar Waru yang berjumlah sekitar 350 orang hanya berasal dari lingkup pedagang sendiri, artinya masyarakat luas belum begitu mengetahui keberadaan PKL klitikan di pasar Waru Indah.

“Untuk itu kami berharap kepada mbak Ita, supaya nantinya melakukan pembangunan lebih lanjut terutama untuk mengatasi banjir. Karena kalau ada hujan sering banjir,” kata Gunawan.

Ia menjelaskan, jika pihaknya tidak ingin dipindahkan ketempat lain. “Pedagang PKL klitikan tidak mau dipindahkan lagi. Karena sejak 2004 lalu, kami sudah pernah merasakan dipindah dari Citarum,” imbuhnya.

Disini tidak ada saluran air, lanjutnya, jadi kalau hujan airnya “ngecembeng” dan menyebabkan banjir.

“Kita sudah melaporkan kesana (Dinas Pasar,Red.), namun karena keterbatasan biaya, membuat Pedagang Kreatif Lapangan belum mendapat cukup perhatian dari pemerintah,” katanya. (Bj05)