Home News Update Ita Dorong Warga Semarang Untuk Usaha Mandiri

Ita Dorong Warga Semarang Untuk Usaha Mandiri

1239
Ita belajar bersama ibu-ibu rumah pintar Tiara Sumurejo membuat tas dari gelas plastik memanfaatkan limbah menjadi barang komersil bernilai jual
Ita belajar bersama ibu-ibu rumah pintar Tiara Sumurejo membuat tas dari gelas plastik memanfaatkan limbah menjadi barang komersil bernilai jual
Ita belajar bersama ibu-ibu rumah pintar Tiara Sumurejo membuat tas dari gelas plastik memanfaatkan limbah menjadi barang komersil bernilai jual

*Pemanfaatan barang bekas dan limbah plastik untuk jadi barang komersial bernilai jual

Semarang, 29/9 (BeritaJateng.net) – Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan mengolah limbah atau barang bekas yang ada dilingkungan sekitar memanfaatkannya untuk usaha mandiri masyarakat.

Upaya pemanfaatan daur ulang bahan bekas dan limbah sampah tersebut disampaikan calon wakil wali kota Semarang nomor urut 2 ini usai mengunjungi rumah pintar Tiara Sumurejo, Jalan Perengsari, Gunungpati Semarang.

“Pemanfaatan limbah sampah dan barang bekas menjadi barang komersial yang mampu memberi tambahan penghasilan bagi ibu-ibu rumah tangga ini patut diacungi jempol. Dari gelas plastik misalnya, ternyata bisa dijadikan tas, tempat buah, tempat tisu dan lain sebagainya,” ujar perempuan berciri khas baju putih dan kerudung merah ini.

Menurutnya, pemanfaatan limbah ini harusnya bisa ditiru banyak ibu rumah tangga di kota Semarang. “Tak perlu banyak modal, limbah ini kan yang sering kita temui sehari-hari, seperti botol bekas, kain perca, sedotan, hingga sampah plastik bisa dimanfaatkan ulang dan justru bernilai jual,” papar Ita.

Yang jadi kendala Ibu-ibu Sumurejo, lanjut Ita, adalah kurangnya publikasi dan pemasaran serta kontinuitas dalam menghasilkan karya limbahnya. “Kebanyakan ini jadi usaha sambilan, sehingga jika ada pesanan banyak masih kewalahan, sehingga pemasarannya masih secara internal dari mulut ke mulut saja,” katanya.

Ita mengajak hadirin untuk memanfaatkan teknologi dan internet untuk memasarkan produk karya limbah tersebut.

“Seperti produk anyaman dari rumah pintar Tiara Sumurejo ini sudah dipasarkan ke Cina, Hongkong, Malaysia, Singapura, dan Australia. Kelima negara ini sebenarnya sudah mau intens memesan produk tapi pihak rumah pintar yang kewalahan memenuhi permintaan, padahal kualitas siap ekspor,” tutur calon wakil wali kota yang diusung partai PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Nasional Demokrasi ini.

P_20150928_162535

Ita menegaskan akan berupaya membuat bank-bank sampah di setiap kelurahan untuk memilah sampah organik dan non organik. Sekaligus pemenuhan limbah plastik untuk daur ulang dan hasil kerajinan sampah yang bisa menjadi nilai tambah penghasilan warga.

Sementara itu, Anggota Rumah Pintar Tiara Sumurejo, Dwi Ari Riyanawati mengatakan, tujuan pertama kali dari pengolahan barang bekas ini untuk menjaga lingkungan, dari pada hanya menjadi limbah dan sarang nyamuk saja.

“Tanpa diduga justru mampu membantu tambahan penghasilan ibu-ibu warga Sumurejo,” ujar Dwi yang juga ketua Posyandu Sumurejo Gunungpati.

Sementara untuk memenuhi bahan baku limbah, anggota rumah Pintar Tiara yang terdiri dari puluhan ibu-ibu ini mengumpulkan sendiri secara manual dengan memasang tempat sampah organik dan non organik.

“Namanya barang bekas dan limbah kan terbatas. Sehingga kami secara intern mengumpulkan sendiri, dan dengan kehadiran Mbak Ita yang juga merupakan pembina UMKM kami berharap di buatkan bank-bank sampah untuk menampung sampah non organik seperti plastik yang bisa di daur ulang,” katanya.

Terbatasnya bahan baku menjadi kendala produksi dan pemenuhan permintaan dan pesanan hasil kerajinan ibu-ibu anggota Rumah Pintar Tiara ini. (Bj)

Advertisements