Home News Update Ita Dorong Pengelolaan Daerah Pesisir Pantai Semarang 

Ita Dorong Pengelolaan Daerah Pesisir Pantai Semarang 

888
P_20151010_110616
Ita mengecek lokasi TPI Mangkang yang mangkrak selama 30 tahun

Semarang, 12/10 (BeritaJateng.net) – Calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong pengelolaan daerah pesisir pantai di kota Semarang. Salah satunya dengan menghidupkan kembali Tempat Pelelangan Ikan (TPI) mangkrak dan mengelola potensi wisata bahari.

Hal ini disampaikan Ita–sapaan akrab Hevearita usai melakukan sosialisasi di RW 01 Mangkang Kulon Semarang.

“Disini ada banyak potensi yang bisa digali, hanya saja selama ini belum dikelola dengan baik. Karena salah satu visi misi kami adalah pengelolaan daerah pesisir pantai. Sehingga kami prioritaskan pengelolaan TPI yang sudah 30 Tahun mangkrak disini,” ungkap Ita, paslon nomor urut dua ini.

Ita berpasangan dengan calon wali kota Hendrar Prihadi (Hendi) dengan slogan Hebat (Hendi-Ita Bersama Rakyat) diusung tiga partai politik, yakni PDI Perjuangan, Partai Nasdem, dan Demokrat dan didukung Partai PPP, Partai Hanura dan FKPPI.

Menurut Ita, kondisi memperihatinkan TPI Mangkang akan semakin baik jika dibarengi infrastruktur yang baik menuju TPI.

P_20151010_111213
Ita mendengar keluhan nelayan Mangkang

“Kalau Tambak Lorok kan rencananya akan dibangun pemerintah pusat menjadi kampung bahari, maka jika Hendi-Ita terpilih, kawasan pesisir Mangkang juga akan mendapat perhatian yang sama dengan menghidupkan kembali TPI dan wisata bahari hutan bakau atau mangrove,” imbuh perempuan berciri khas kemeja putih dan kerudung merah ini.

Selain permasalahan TPI, Lanjut Ita, warga juga mengeluhkan pendangkalan sungai dan meminta pemerintah agar melakukan pengerukan.

“Kita tampung aspirasi masyarakat, selanjutnya akan kita tuangkan dalam program prioritas Hebat,” paparnya.

Sementara itu, salah satu nelayan Kamsinah (42) warga Mangkang Kulon Rt03/01 Semarang ini mengaku kesulitan mendorong perahu ketika akan melaut karena sungai mengalami pendangkalan.

“Kami berharap ada pengerukan sungai yang di lakukan pemerintah, dulu pernah dikeruk saat pak Gubernur (Ganjar Pranowo,red) datang. Tapi setelah itu tidak dilakukan lagi,” katanya. (Bj05)

Advertisements