Home News Update Ita Dorong Mijen Sebagai Lumbung Ketahanan Pangan Semarang

Ita Dorong Mijen Sebagai Lumbung Ketahanan Pangan Semarang

Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat berkunjung di Desa Sidorejo Tambangan Mijen kebeberapa kelompok tani perkebunan, peternakan, perikanan dan pertanian berkeinginan menjadikan Mijen Sentra Agrobisnis.
Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat berkunjung di Desa Sidorejo Tambangan Mijen kebeberapa kelompok tani perkebunan, peternakan, perikanan dan pertanian berkeinginan menjadikan Mijen Sentra Agrobisnis.
Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat berkunjung di Desa Sidorejo Tambangan Mijen kebeberapa kelompok tani perkebunan, peternakan, perikanan dan pertanian berkeinginan menjadikan Mijen Sentra Agrobisnis.

Semarang, 14/9 (BeritaJateng.net) – Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang biasa disapa Ita, calon wakil wali kota Semarang yang diusung partai PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) kembali menggelorakan semangat untuk para petani agar mandiri berkedaulatan pangan.

Disampaikan didepan para petani di desa Sidorejo RW III Kurahan Tambangan Semarang, beberapa waktu lalu. Mbak Ita ingin ada sentra hasil para petani yang bisa dijadikan nilai ekonomis lebih dari sekadar tempat produksi tapi didukung dalam pemasaran juga.

“Potensi disini sudah ada, baik penghasil pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan. Ini harus diberdayakan dengan sentuhan sedikit agar bisa berkembang menjadi sentra penghasil ketahanan pangan dalam lingkup agrobisnis yang terkenal,” katanya.

Ita menginginkan Mijen agar tak kalah dengan daerah-daerah yang ada di Bandung atau Jawa Timur sebagai daerah sentra agrobisnis. Apalagi dalam kelompok tani di Sidorejo Mijen sudah terbentuk. “Kita lihat tadi sudah budidaya perkebunan baik buah-buahan ataupun bunga dan tanaman bisnis lainnya,” ujarnya sesaat setelah berkeliling di kluster kebun milik petani.

Bahkan sudah adanya pelatihan singkat tentang budidaya anggrek bagi para warga, hal ini juga menjadi daya tarik dan sebagai salahsatu penghasil anggrek untuk mensuplai kebeberapa instansi kantor dan perhotelan.

Dalam visi misinya, Mbak Ita bersama mas Hendi sapaan Hendrar Prihadi sudah menerapkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) bahwa di Mijen bisa dijadikan one stop seervice agrowisata. “Tak hanya penghasil durian, anggrek, dan padi. Ada juga jambu kristal dan sentra penggemukan sapi potong,” jelasnya.

Ia melihat, pemberdayaan tersebut untuk menuju sebagai Semarang dalam kluster ketahanan pangan. Hanya saja, dalam sambungrasa dengan para petani masih adanya terkendala saluran irigasi yang belum maksimal.

“Kita butuh saluran irigasi, apalagi musim kemarau seperti ini. Banyak panen padi gagal karena puso. Perikanan juga kekurangan air. Kami butuh sunmur artetis sebagai cadangan irigasi,” ujar Sutriyono, petani yang menginginkan irigasi di Mijen normal.

Ita bersama Sutikno ketua Gapoktan Trimulyo berkeliling di lahan pertanian dan perkebunan Mijen.
Ita bersama Sutikno ketua Gapoktan Trimulyo berkeliling di lahan pertanian dan perkebunan Mijen.

Menanggapi hal itu, Mbak Ita belum berani menjanjikan namun akan berkomitmen memperhatikan keluhan petani. Pihaknya memastikan jika memang terpilih sebagai wakil walikota akan memperhatikan dan merealisasikan irigasi petani Mijen.

“Saya paham betul kebutuhan irigasi untuk pertanian, perkebunan dan perikanan karena saya juga suka bertani dan dari keluarga petani,” papar Ita yang juga merupakan Insinyur Pertanian UPN Jogjakarta.

“Bukan hanya irigasi, infrastruktur juga akan kita dukung utamanya akses dari satu tempat dengan tempat lainnya dalam distribusi mulai dari tanam sampai panen. Kluster one stop service juga akan kita bangun,” tambahnya.

Ita menginginkan adanya sebuah tempat yang akan menjajakan hasil dari pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan dari Mijen. “Jadi tidak sendiri-sendiri dalam memasarkan hasilnya, sentra one stop servis menampung mulai dari sovenir, hasil olahan, jajanan, buah aneka jenis, hasil perikanan dan perkebuan seperti bunga dan tanaman hias,” terangnya. (Bj)