Home News Update Ita Dorong Kelurahan Wates Ngaliyan Jadi Sentra Susu Sapi Perah

Ita Dorong Kelurahan Wates Ngaliyan Jadi Sentra Susu Sapi Perah

Ita mencoba memerah susu sapi di peternakan sapi Banyu Bening Kelurahan Wates, Ngaliyan, Semarang.
Ita mencoba memerah susu sapi di peternakan sapi Banyu Bening Kelurahan Wates, Ngaliyan, Semarang.
Ita mencoba memerah susu sapi di peternakan sapi Air Bening Kelurahan Wates, Ngaliyan, Semarang.

Semarang, 26/9 (BeritaJateng.net) – Calon wakil wali kota Semarang yang diusung partai PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku ingin menjadikan kelurahan Wates sebagai sentra susu sapi perah.

Hal ini disampaikan mbak Ita–sapaan akrab Hevearita saat mengunjungi peternakan sapi perah kelompok sapi perah Air Bening di RW 1 kelurahan Wates kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jumat (25/9) siang.

“Jika nantinya mendapat amanah memimpin kota Semarang, kami akan mendorong berkembangnya sentra susu sapi perah di kelurahan Wates, Ngaliyan. Saya rasa ini tidak sulit, kami akan bekerja sama dengan kementerian pertanian dan dinas terkait mengembangkan potensi yang dimiliki,” papar perempuan yang memiliki ciri khas busana putih dan kerudung merah ini.

Ita menjelaskan, Kementerian peternakan telah bekerjasama dengan pemerintah kota Semarang memberi 30 sapi perah kepada kelompok sapi perah Air Bening. “Kami akan dorong, pengembangan peternakan sapi perah disini. Apalagi ada satu RT yang masih kosong lahannya di kelurahan Wates yang bisa digunakan untuk budidaya susu sapi perah,” terang Sarjana Pertanian lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta ini.

IMG-20150925-WA0017

Alasan Ita ingin mengembangkan kelurahan Wates sebagai sentra susu perah adalah masih terbukanya pasar susu sapi di kota Senarang. “Pasar susu masih terbuka kok, peternak tidak akan kesulitan pemasaran karena selama ini pasokan kebutuhan susu di kota Semarang banyak disetor dari Boyolali dan Salatiga,” katanya.

Peternakan semacam ini, lanjut Ita, mampu meningkatkan ekonomi wilayah. Selain manfaat susunya, kotoran dan air kencing sapi bisa untuk biogas. “Di kelurahan Wates ini, 30 ekor sapi bisa mengcover energi gas untuk 16 rumah. Jadi dibuat saluran gas penampung yang pipanya disalurkan kerumah warga. Sehingga jika LPG kosong mereka tidak khawatir kekurangan energi gas,” tutup Ita. (Bj05)