Home News Update Ita dan Tia Kompak Nonton Wayang Kulit di Kalipancur

Ita dan Tia Kompak Nonton Wayang Kulit di Kalipancur

Hevearita Gunaryanti (Ita) dan Krisseptiana (Tia) berbincang dengan warga yang hadir dalam pagelaran wayang kulit di Kalipancur.
Hevearita Gunaryanti (Ita) dan Krisseptiana (Tia) berbincang dengan warga yang hadir dalam pagelaran wayang kulit di Kalipancur.
Hevearita Gunaryanti (Ita) dan Krisseptiana (Tia) berbincang dengan warga yang hadir dalam pagelaran wayang kulit di Kalipancur.

Semarang, 30/8 (BeritaJateng.net) – Calon Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti atau yang akrab disapa mbak Ita dan Krisseptiana Hendrar Prihadi (mbak Tia) secara kompak Nguri-uri budaya Jawa dengan melihat pagelaran wayang kulit di Candi Penataran XII Rw 4 Kalipancur Semarang, Sabtu (29/8) malam.

Meskipun hujan deras, semangat kedua srikandi ini tak pernah surut untuk mengapresiasi kesenian asli Jawa Tengah

Krisseptiana atau yang akrab disapa Tia tiba lebih awal. Protokol yang salah menyebut nama mbak Tia dengan sebutan mbak Ita membuat masyarakat yang hadir sontak tertawa.

“Kalau mbak Ita itu pasangan calon Walikota kalau mbak Tia itu pasangan hidup mas Hendi,” ujar Tia, istri dari mantan orang nomor satu di Kota Semarang ini yang tak pelak mengundang tawa penonton.

Menurut Tia, salah satu komitmen Hendi-Ita yakni sebagai warga kota Semarang wajib nguri-uri kebudayaan Jawa Tengah. Bukan hanya sebatas itu, kegiatan kesenian wayangan secara tidak langsung juga mempererat tali silaturahmi.

“Memang ada beberapa titik acara, kami kemudian membagi waktu untuk dapat memenuhi undangan sekaligus nguri-uri budaya dan silaturahmi,” katanya.

Tia yang pernah menjabat sebagai Ketua PKK Kota Semarang mengaku cukup sulit beradaptasi menyesuaikan diri dengan lingkungan birokrat, hal ini justru berbeda dengan Ita yang lebih cepat beradaptasi.

“Memang saya lebih dulu, namun mbak Ita justru lebih cepat beradaptasi. Tidak butuh waktu lama mbak Ita untuk menyesuaikan diri berhadapan dengan masyarakat seperti memberi sambutan dan arahan. Saya yakin hanya dengan lima hari saja (Ita, Red) sudah bisa menyesuaikan dibanding saya yang butuh waktu lima tahun,” ungkap Tia.

Sementara itu, calon Wakil Walikota Semarang yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem dan Demokrat, Hevearita Gunaryanti Rahayu (mbak Ita) mengaku sering berkomunikasi dengan mbak Tia terlebih untuk program pemberdayaan perempuan, kesehatan ibu dan anak serta pendidikan.

“Karena mbak Tia kan sudah berpengalaman sebagai ibu Ketua PKK Kota Semarang, terlebih di lingkungan PKK, posyandu dan pemberdayaan perempuan, saya sebenarnya masih nol, namun dengan diskusi, belajar, sharing, saya mengetahui itu semua,” ungkap Ita kepada BeritaJateng.net.

Sejalan dengan visi misinya, Ita terus belajar dari Tia mengentaskan problem khususnya yang memprioritaskan perempuan, salah satunya pemberdayaan wanita, kesehatan ibu anak dan pendidikan.

“Nantinya jika kami (Hendi-Ita,Red.) terpilih, kami akan mengoptimalkan kemampuan khususnya mengatasi problem perempuan, kalau perlu berkolaborasi, saya lebih ke pemikiran dari segi implementasi kebijakan pemerintahan, sedangkan mbak Tia mengimplementasikan prakteknya ke lapangan,” tutur Ita. (Bj05)