Home News Update Ita Berupaya Dorong Kemandirian Pangan Kota Semarang 

Ita Berupaya Dorong Kemandirian Pangan Kota Semarang 

Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita ikut terlibat dalam panen raya padi di Mijen.
Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita ikut terlibat dalam panen raya padi di Mijen.
Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita mendorong ketahanan pangan dengan ikut terlibat dalam panen raya padi di Mijen.

Semarang, 6/10 (BeritaJateng.net) – Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita berupaya mewujudkan swasembada dan kemandirian pangan di Kota Semarang jika nantinya terpilih menjadi pemimpin daerah.

Hal tersebut diungkapkan Ita usai mengunjungi dan turut terlibat langsung di lapangan pada panen raya padi di Mijen.

Menurut calon wakil wali kota Semarang nomor urut 2 ini, kota Semarang memiliki potensi luar biasa dibidang hasil bumi. Salah satunya hasil bumi berupa padi di daerah Mijen yang bisa dijadikan sentra atau sumber penyuplai utama kebutuhan stok beras bagi warga Semarang.

Diatas lahan sawah seluas 109 hektare di daerah Cangkiran saja, dapat dipanen secara bertahap oleh warga sebagai upaya dalam memenuhi pasar ketercukupan beras di Semarang sebanyak tiga kali panen selama setahun.

“Meski musim kemarau namun ternyata sudah bisa panen secara bertahap dan hasilnya juga cukup memuaskan,” ujar Ita sembari membabat padi dihadapan gapoktan dan kelompok tani yang hadir.

Hasil tersebut, menurut Ita, bisa lebih maksimal andai pengaturan irigasi air bisa ditangani dengan cermat dan dengan fasilitas tambahan seperti pompa air disediakan saat musim kemarau tiba.

P_20151001_090749

“Saya turun langsung tak sekadar melihat tapi juga tahu dan mengerti akan kesulitan dan kebutuhan apa yang diperlukan para petani disini,” beber perempuan berciri khas kemeja putih dan kerudung merah ini.

Ita melihat, dari luasan sawah yang dipanen yakni tiap 1 ha sawah rupanya telah menghasikan 13 ton gabah kering. Dengan intensitas masa panen tiga kali dalam satu tahun.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki RT 3 RW 3 Mijen, Sudibyo mengatakan jika saat musim kemarau para petani kesulitan pengairan irigasi lantaran sumber air yang mengalir lumayan jauh. “Ada sungai kecil tapi sumbernya jauh sehingga alirannnya kadang terhambat oleh material yang mengahalangi aliran air,” katanya.

Bersama petani lainnya Sudibyo berharap ada program revitalisasi talud irigasi dan dam kecil dari pemerintah Semarang mendatang. “Dulu panen dua kali dalam satu tahun dengan kapasitas 1 ha menghasilkan 10 ton gabah, kini bisa tiga kali dengan 13 ton perhektar lantaran ada penerapan program dari Pak Hendi melalui Dinas Pertanian dengan sistem tanam ‘jejer legowo’ yakni pola 4-1-4-1,” bebernya

Dijelaskannya, pola tanam ‘jejer legowo’ yakni dengan menanam setiap empat batang benih padi diberi satu aliran air sehingga air dan pupuk bisa meresap dan merata pada setiap tanaman. “Pola ini bagus sekali, produktivitas kami meningkat,” bebernya kembali.

Melihat hal tersebut, Sebagai Sarjana Pertanian Mbak Ita tahu betul kebutuhan akan para petani. Jika terpilih dan diamanati warga akan memepertahankan pola jejer legowo tersebut bahkan akan lebih manaikan menjadi pola 2-1-2-1 sehingga padi bisa tumbuh maksimal dan panen lebih banyak hasilnya.

“Irigasi akan kita perbaiki sistemnya, dinas terkait akan kita gandeng kembali untuk revitalisasi talud yang lebih baik, bantuan pompa air juga akan kita usahakan sebagai cadangan saat musim kemarau tiba,” kata Ita.

Alumnus UPN Veteran Jogjakarta ini juga berupaya dengan adanya perbaikan irigasi, bantuan pompa air , dan pola tanan Jejer legowo bisa meningkatkan produktivitas panen padi. “Jadi panen padi ini ya untuk kita sendiri dalam pemenbuhan stok ketahanan pangan di Semarang sehingga swasembada beras bisa dilakukan Semarang, tak perlu lagi mendatangkan beras dari daerah sekitar Semarang,” beber Ita. (Bj)