Home News Update Ita Berkomitmen Jaga Keberlangsungan Pasar Tradisional

Ita Berkomitmen Jaga Keberlangsungan Pasar Tradisional

P_20150903_090731

Semarang, 4/9 (BeritaJateng.net) – Calon Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan pasar tradisional.

Saat melakukan blusukan di sejumlah pasar, Kamis (3/9), Ita sapaan akrab Hevearita memaparkan bahwa pada masa kepemimpinan Walikota Hendrar Prihadi, pasar tradisional mendapat perhatian khusus.

Terbukti, pada tahun 2014 era kepemimpinan Hendrar Prihadi, anggaran urusan pilihan perdagangan sebesar Rp 62.800.422.250. Sedangkan anggaran pada tahun 2010 atau pada era kepemimpinan walikota sebelumnya hanya Rp 20.421.489.000. Ini berarti terjadi kenaikkan 300 persen jika dibandingkan tahun 2010.

“Mas Hendi punya komitmen bahwa pasar tradisional harus punya andil yang besar untuk menciptakan Semarang sebagai kota perdagangan yang Hebat,” jelas calon wakil walikota dengan nomer urut dua tersebut.

Ita blusukan dan menyambangi para pedagang di Pasar Bangetayu, Pasar Genuk dan Pasar Waru Indah.

Di ketiga pasar tersebut, Ita kembali disambut dengan antusias oleh para pengunjung dan pedagang pasar, yang sebagian besar kaum ibu.

P_20150903_075115

Ita yang merupakan satu-satunya calon perempuan dalam pilwalkot Semarang 9 Desember 2015 nanti dianggap dapat membantu kaum wanita untuk lebih didengar.

Ketika menyambangi pasar Bangetayu, Ita langsung di berondong curhat para pedagang khususnya perempuan. “Memang Infrastruktur lagi-lagi menjadi permasalahan di pasar Bangetayu, bangunannya masih memperihatinkan,” terang Mantan Ditektur PT. SPHC ini.

Dulu pernah ada rencana pembangunan dua lantai dari dinas pasar, lanjutnya, namun mereka (pedagang,Red) tidak mau karena mengingat lahannya yang cukup luas dan pertimbangan warga yang tidak suka naik turun tangga karena tidak efektif dan efisien. Sehingga rencana pembangunan kembali mundur karena permasalahan desain dan membutuhkan proses.

“Makanya saya sampaikan pada pedagang bahwa hal itu pasti akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait, karena saat ini masih penyesuaian desain dan anggaran yang baru,” katanya.

P_20150903_101308

Bukan hanya permasalahan infrastruktur, pedagang juga meminta fasilitas seperti sound sistem pengeras suara, apabila ada anak hilang, pencopetan, peringatan dan pemberian informasi pedagang lebih mudah.

“Kalau pasar dibangun dengan baik, tertata rapi dan bersih maka saya yakin omset pedagang pun akan naik, untuk itu revitalisasi pasar itu perlu, bukan untuk merobohkan pasar melainkan revitalisasi dengan menata dan merapikan klaster dan kios pedagang,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PPJP Bangetayu, Idris mengatakan jika selama ini jarang sekali ada pejabat pemerintah yang mengunjungi pasar Bangetayu karena letaknya dipinggiran, oleh karena itu kedatangan mbak Ita menjadi sebuah angin segar bagi para pedagang karena dapat menyerap aspirasi pedagang pinggiran.

“Kami sudah melakukan semaksimal mungkin untuk pembangunan, namun banyak keterbatasan, sehingga dengan kedatangan mbak Ita mampu menjadi wadah untuk menampung aspirasi kami para pedagang pinggiran agar pasar Bangetayu nantinya mendapat perhatian dari pemerintah,” harapnya. (Bj05)