Home News Update Ita Berharap Desainer Semarang Bisa Go International

Ita Berharap Desainer Semarang Bisa Go International

1119
Calon wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita menyaksikan Fashion Parade 2015 APPMI di Gumaya Hotel Semarang
Calon wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita menyaksikan Fashion Parade 2015 APPMI di Gumaya Hotel Semarang
Calon wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita menyaksikan Fashion Parade 2015 APPMI di Gumaya Hotel Semarang

Semarang, 1/11 (BeritaJateng.net) – Pasangan Calon Wali Kota – Calon Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu berharap para perancang busana asal kota ini bisa mendunia. Pasangan Hebat (Hendi – Ita Bersama Rakyat) mengapresiasi rancangan busana para desainer Semarang dan Jateng yang tak kalah dengan daerah lainnya.

Hevearita Gunaryanti Rahayu atau akrab disapa Ita ikut menyaksikan event Semarang Fashion Parade 2015 di Gumaya Tower Hotel, Sabtu (31/10) malam. Pagelaran yang diadakan Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jateng itu menjadi referensi dan acuan rancangan busana pada 2016 nanti.

Ita mengatakan rancangan yang ditampilkan para desainer menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif di Semarang maju dengan pesat. “Saya terkesan dengan rancangan para desainer. Ini membuktikan karya perancang busana Semarang tidak kalah dengan kota lain,” ujar Ita yang menonton bersama Tia Hendrar Prihadi, istri Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Dia mencontohkan, perancang busana kenamaan Anne Avantie berasal dari Kota Semarang. Bahkan kebaya rancangan Anne kini menjadi langganan para selebritis dan pejabat di ibukota.

Wanita dengan ciri khas kemeja putih dan kerudung merah tersebut berharap para desainer Semarang bisa mengharumkan nama kota ini di kancah nasional maupun internasional. “Bukan tidak mungkin desainer asal Semarang nantinya go international,” imbuhnya.

IMG-20151101-WA0004

Dikatakan Ita, dengan bergairahnya dunia rancang busana di Kota Semarang, perekonomian masyarakat bisa ikut terangkat. Dia mencontohkan, jika desainer gemar menggunakan bahan baku batik dalam rancangannya, maka para pengrajin batik akan ikut terangkat. “Harapannya, batik yang digunakan juga batik Semarangan sehingga Kota Semarang dapat lebih dikenal,” tambahnya.

Fashion show bertema “Resistance Persistence” tersebut menampilkan rancangan dari 29 desainer. Pendiri utama APPMI, Poppy Susanti Dharsono berharap event yang digelar setiap tahun itu bisa meningkatkan posisi tawar para desainer sekaligus meningkatkan perekonomian mereka. “Kami di APPMI ini masih dalam taraf pengusaha kecil dan menengah. Karenanya kami berharap pemerintah memberikan dukungan,” tambahnya.

Dia menyebutkan, kekayaan ragam busana di Jateng sudah cukup dikenal. Kreasi batik di Jateng misalnya, sudah mendapatkan penghargaan internasional. (Bj)

Advertisements