Home News Update Ita Ajak Masyarakat Berkebun dan Manfaatkan Lahan Sempit

Ita Ajak Masyarakat Berkebun dan Manfaatkan Lahan Sempit

calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita mengunjungi rumah herbal di Palebon Semarang.
calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita mengunjungi rumah herbal di Palebon Semarang.
calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita mengunjungi rumah herbal di Palebon Semarang.

Semarang, 9/9 (BeritaJateng.net) – Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita mengajak masyarakat kota Semarang untuk memanfaatkan halaman sempit rumah dan pekarangan untuk disulap jadi kebun keluarga.

Hal ini di sampaikan Ita usai mengunjungi Taman Herbal di Gemah Rt 07/01 Pedurungan dan Taman Herbal Kelurahan Palebon Semarang, Rabu (9/9).

Sarjana Pertanian lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran ini menyatakan dukungan dan support kepada warga yang mengelola taman herbal di masing-masing kelurahan. Menurutnya, pengelolaan tanaman merupakan salah satu bentuk pemanfaatan lingkungan dan salah satu bentuk pelestarian lingkungan.
buy fluoxetine online www.mabvi.org/wp-content/languages/new/buynoprescription/fluoxetine-no-prescription.html no prescription

“Saya harap fokus di setiap taman herbal masing-masing kelurahan bukan hanya pada pembibitan, namun juga dilakukan edukasi dan pembelajaran pemanfaatan lahan minim untuk kebun keluarga,” ujar Ita, paslon nomor urut 2 ini.

Ita menambahkan, penanaman komoditi seperti cabai, tomat, tetong dan sayur-sayuran dipekarangan atau halaman rumah tidak memerlukan lahan yang luas. Cukup dengan pot, plastik atau memanfaatkan barang bekas seperti kaleng dan botol plastik.

“Saya mengunjungi taman herbal di kelurahan Gemah dan Palebon masing-masing punya spesifikasi tersendiri. Di Taman Herbal Gemah fokus pada pembibitan dan di Palebon fokus pada pemeliharaan dan pengembangbiakan. Namun dari kedua taman ini mereka tidak paham pemasaran hasil dari tanaman yang telah dikembangkan,” katanya.

Ita berupaya untuk membantu dalam hal pemasaran hasil dari taman herbal tersebut. “Seperti hasil empon-empon di kelurahan Palebon, oleh ibu-ibu di manfaatkan untuk membuat kemasan jamu sachet seperti beras kencur, kunir asem dan lain-lain. Hanya saja dalam pemasaran mereka kurang begitu paham. Ibaratnya ibu-ibu ini tahu hulu namun tak tahu hilir,” ungkapnya.

Istri dari Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng, Alwin Basri ini menghimbau kepada masyarakat kota Semarang agar memanfaatkan lahan tidur atau teras dan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai komoditi.
buy lipitor online www.mabvi.org/wp-content/languages/new/buynoprescription/lipitor-no-prescription.html no prescription

“Dulu di halaman belakang kantor (PT. SPHC,Red) saya tanami berbagai sayur dan ketika panen semua bisa merasakan hasilnya. Naaah siapa tahu bisa dicontoh masyarakat, jadi kalau butuh cabai, tomat atau sayur tinggal metik,” ujarnya. (Bj05)