Home News Update Israel Bongkar 77 Rumah yang Dihuni Warga Palestina

Israel Bongkar 77 Rumah yang Dihuni Warga Palestina

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Jerusalem, 24/1 (Beritajateng.net) – Perserikatan Bangsa-Bangsa menuduh Israel membongkar rumah-rumah 77 warga Palestina, sebagian besar dari mereka anak-anak pekan ini di Jerusalem Timur yang dianeksasi dan Tepi Barat yang diduduki.

“Dalam tiga hari belakangan ini, 77 warga Palestina, lebih separuh dari mereka anak-anak, kini tidak memiliki tempat tinggal,” kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam satu pernyataan yang dikeluarkan Jumat petang.

“Beberapa bangunan yang dirubuhkan itu diberikan oleh masyarakat internasional kepada keluarga-keluarga miskin.

“Pembongkaran-pembongkaran yang mengakibatkan pengusiran paksa para penghuni itu bertentangan dengan kewajiban-kewajiban Israel sesuai dengan hukum internasional dan menimbulkan penderitaan dan ketegangan yang tidak perlu. Mereka harus segera menghentikannya,” kata OCHA.

Pembongkaran itu dilakukan di Jerusalem Timur dan distrik-distrik Ramallah, Jericho dan Al Khalil (Hebron), tambahnya.

OCHA mengatakan dalam tahun 2014 Israel melakukan pembongkaran yang mencapai jumlah tertinggi di Jerusalem ke timur dan satu daerah di Tepi Barat yang berada di bawah kekuasaan penuh Israel yang dikenal sebagai Daerah C.

“Pada tahun 2014, menurut data OCHA, pihak berwenang Israel menghancurkan 590 bangunan milik Palestina di Daerah C dan Jerusalem Timur, mengakibatkan 1.777 orang — jumlah tertinggi warga Tepi Barat terlantar sejak OCHA mulai memantau secara sistematis masalah itu tahun 2008.” Organisasi itu tidak secara khusus menyebut berapa jumlah bangunan itu adalah rumah-rumah atau kandang binatang atau bangunan tambahan.

Israel mengatakan pembongkaran-pembongkaran seperti itu dilakukan karena bangunan-bangunan itu dibangun tanpa memiliki izin membangun. Para warga Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan izin-izin seperti itu secara rutin ditolak, yang memaksa gedung dibangun tanpa izin.

“Kebijakan perencanaan yang diberlakukan oleh Israel di Daerah C dan Jerusalem Timur mengucilkan warga Palestina, membuat mereka sangat sulit memperoleh izin membangun,” kata OCHA.

Sebagai akibatnya banyak warga Palestina membangun tanpa izin untuk memenuhi kebutuhan rumah mereka dan berisiko bangunan-bangunan seperti itu dibongkar.

“Para warga Palestina harus mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam satu sistem perencanaan yang layak yang menjamin kebutuhan-kebutuhan mereka dipenuhi,” katanya.(ant/bj02)