Home Hukum dan Kriminal ISAC Laporkan Densus Ke DPR Dan Komnas HAM

ISAC Laporkan Densus Ke DPR Dan Komnas HAM

SOLO, 8/1 (BeritaJateng.net) – Pasca kejadian penangkapan terhadap dua orang yang sebelumnya diduga sebagai jaringan teroris Andika Bagus Setyawan warga Semanggi Rt 01/07 Kelurahan Semanggi, Solo, Jawa Tengah dan, Nur Prakoso alias Hamzah warga jalan Dr. Rajiman, Baron Cilik, Rt 4/6 Kelurahan Bumi, Laweyan, Solo, Jawa Tengah berujung pada pelaporan karena dianggap melanggar HAM.

The Islamic Study And Action Center (ISAC) mengirimkan surat pengaduan pada Ketua DPR, Ketua Komisi III DPR, Ketua Komnas HAM, Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Kapolri. ISAC mengadukan ada dugaan tindak pidana pelanggaran HAM yang dilakukan tim Densus.

Sekertaris ISAC Endro Sudarsono menjelaskan pihaknya sudah mengirimkan surat pengaduan atas tindakan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh tim Densus. Diantaranya dugaan tindak kekerasan yang dilakukan tim Densus kepada anak yang masih di bawah umur yang diduga sebagai anggota jaringan terorisme.

“Kedua korban, salah satunya masih dibawa umur dan duduk di bangku sekolah di MA kelas 2 (Andika Bagus Setyawan) dituduh terlibat dalam jaringan teroris,” jelasnya saat menggelar konfrensi pers di masjid Baitusalam, Tipes, Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/1/2015).

Sedangkan Hamzah (satu korban lainnya yang di tangkap bersama Andika), ungkap Endro berdasar informasi yang baru diterima tim ISAC (pagi tadi) tidak terlibat dalam jaringan teroris pimpinan Ibad. Hamzah sendiri di tangkap karena dianggap melindungi Andika dari kejaran tim Densus 88.

Keduanya ditangkap tim Densus 88 hari Selasa (29/12/ 2015) lalu di sekitar Hotel Paragon, Laweyan, Solo. Dan surat penangkapan baru diterima keluarga pada Rabu (30/12/2015) yakni tiga surat sekaligus diantaranya surat penangkapan, surat pemberitahuan penangkapan dan surat penahanan di ruang Reskrim Mapolres Solo, Jawa Tengah.

Selanjutnya, jelas Endro orang tua Andika Kamis (31/12/2015) dengan di dampingi anggota Reskrim unit PPA segera menjenguk ke Mako Brimob Solo. Dan saat itulah orang tua melihat kondisi fisik Andika mulai dari kaki hingga kepala Andika nampak lebam-lebam. 10 jari Andika menegang posisi seperti mencakar. Jari kelingking Andika bagian kanan sedikit jepat dibagian atas pangkal kelingking kulit berwarna merah.

“Bahkan baju dan celana Andika penuh dengan kotoran yang berasal dari isi perut yang keluar dari mulut dan anus,” papar Endro.

Selain Andika, kondisi Hamzah juga terlihat sama. Bahkan saat dikunjungi Hamzah tidak mampu berdiri atau berjalan dengan tegak namun dengan merangkak. 10 jarinya juga menegang seperti posisi mencakar.

Endro meminta agar institusi terkait bisa mengevaluasi SOP dan Personal Densus 88 agar lebih profesional dalam melakukan tugas. Karena Polisi adalah pelayan, pengayom, pelindung dan institusi penegak hukum yang profesional, proporsional dan humanis. (BJ24)