Home Hukum dan Kriminal Ironis.. Seorang Pemuda Babakbelur Dianiaya Polisi, Gara-Gara Lolongan Anjing

Ironis.. Seorang Pemuda Babakbelur Dianiaya Polisi, Gara-Gara Lolongan Anjing

korban pemukulan di rawat di RS

Sukoharjo, 18/9 (BeritaJateng.net) – Tidak terima karena  istrinya kaget saat mendengar anjing menggonggong ketika melintas di depan sebuah rumah di Jalan Pandawa Sukoharjo, Jawa Tengah, seorang anggota Brimob berinisial Iptu JS tega menganiaya  sang empunya anjing yang masih belia.

Remaja usia 14 tahun, berinisial MAC terkena bogem mentah dari sang pelaku. Akibat perbuatannya itu saat ini  JS terpaksa berurusan dengan instansi tempatnya berdinas selama ini. Pelaporan yang dilakukan keluarga korban terhadap pelaku, karena pihak keluarga korban tidak terima dengan pemukulan terhadap anaknya. 

Kuasa Hukum korban, Badrus Zaman kepada sejumlah wartawan menyebutkan informasi yang diperoleh dari ibunda korban, Ny. Debora mengatakan kejadiannya adalah hari Minggu 13 September 2015 sekitar pukul 8.30 WIB.

Bahkan keterangan ibu korban juga diperkuat dengan rekaman CCTV, dimana dalam rekaman tersebut pelaku didampingi seorang rekannya mendatangi rumah korban dengan menaiki sepeda motor. 

“Dalam rekaman tersebut, nampak  oknum anggota Brimob marah dan menendang dua kandang anjing yang ada di rumah korban. Bahkan JS juga terlihat memukul korban di depan ibunya,” jelasnya Jumat (18/9).

Karena kaget dan juga takut, ibu korban Ny. Debora tidak bisa berbuat banyak saat itu. Setelah puas menendang kandang dan memukul korban, JS langsung pergi.
www.quaintonhall.org.uk/wp-content/languages/new/best-paper-writing-services.html

Namun dua hari kemudian JS datang lagi ke rumah korban. Namun tidak melakukan aksi kekerasan.
www.quaintonhall.org.uk/wp-content/languages/new/paper-editing-service.html

Hanya marah-marah saja. 


“Tidak terima perlakuan tersebut, keluarga sepakat melaporkan JS pada pihak kepolisian. Karena korban merasa takut dan juga trauma akibat pemukulan tersebut,” tegas Badrus. 

Keluarga sudah melopor pada pihak berwajib dengan disertai bukti visum dan saat ini korban mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit.  
Keluarga sudah sepakat akan menempuh jalur hukum terhadap kasus pemukulan putranya. (BJ24)