Home Lintas Jateng Ironis, Kartu Tani Dijanjikan Selesai Akhir Jabatan Ganjar

Ironis, Kartu Tani Dijanjikan Selesai Akhir Jabatan Ganjar

IMG-20150824-00352

Semarang, 25/8 (BeritaJateng.net) – Program Kartu Tani yang menjadi andalan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ditarget baru selesai pada akhir masa jabatan Ganjar pada tahun 2018 mendatang. Hal ini sangat ironis mengingat kartu tani dan kartu nelayan merupakan janji yang digembar gemborkan pada masa kampanye pilgub Tahun 2013 yang lalu.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Komisi B DPRD Jawa Tengah dengan SKPD terkait yang membahas carut marut program kartu tani. Sampai dengan akhir tahun ke dua pemerintahan Ganjar Pranowo pelaksanaan program kartu yang sangat ditunggu petani ini baru terdistribusi sebanyak 240 buah dan diedarkan kepada petani di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang sebagaipilot project.

“Pilot project pelaksanaan kartu tani di Gringsing Kabupaten Batang tidak berjalan sesuai harapan. karena baru terdistribusi sebanyak 240. Petani disana ternyata belum menggunakan kartu tersebut untuk mendapatkan pupuk bersubsidi mengingat banyak kendala yang dihadapi,” ungkap Anggota Komisi B DPRD Jateng Didiek Hardiana usai rakor, Selasa (25/8).

Lebih lanjut Didiek menjelaskan, pelaksanaan program kartu tani selama ini tidak terkoordinasi dengan baik dan tidak jelas siapa leading sectorenya sehingga BRI sebagai mitra pelaksana terlihat kebingungan menginput data petani yang disetorkan oleh PPL. Saat ini sudah terkumpul data sebanyak 4.600 petani yang sudah masuk ke BRI.

“Dari sidak yang kami lakukan di desa Lebo Kecamatan Gringsing, pupuk tidak tersedia di pengecer desa tersebut. Disamping itu petani ternyata masih melakukan pembelian secara tunai dan tidak menggunakan kartu tani karena kartu yang dimilikinya tidak ada dananya,” jelasnya.

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabuddin mengungkapkan, SKPD terkait yang selama ini melaksanakan program kartu tani sepakat menunjuk Kepala Setbakorluh Sugeng Riyanto untuk memimpin pelaksanaan program kartu tani dan menyelesaikan pendataan petani beserta luasan lahan yang dimilikinya.

“Kami sepakat menugaskan Setbakorluh menjadi leading sectore pelaksanaan kartu tani,” katanya.

Mendapat penugasan tersebut, Sugeng menegaskan kesiapannya dan menargetkan pelaksanaan kartu tani bisa selesai pada akhir tahun 2015 untuk wilayah Kabupaten Batang dan 2018 untuk seluruh wilayah Jawa Tengah. (BJ13)