Home Headline IPW Apresiasi Kapolda Jateng Tutup Togel

IPW Apresiasi Kapolda Jateng Tutup Togel

Ilustrasi

 

Ilustrasi
Ilustrasi

— FPI Jateng Desak Polisi Tangkap Bandar Besarnya

Semarang, 11/11 (Beritajateng.net) – Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah Kapolda Jateng Irjen Pol Noor Ali yang dengan tegas menutup perjudian jenis togel (toto gelap) yang marak di Jawa Tengah. Karena selama ini judi togel Kuda Lari (KL), Togel Hongkong dan Singapura seakan sudah merajai dan mengkoptasi kehidupan sosial masyarakat di Jawa Tengah.

“Jajaran kepolisian seakan tidak berdaya dengan maraknya judi Togel Kuda Lari dan Hongkong serta Singapura, namun setelah pelaksanaan Pilpres 2014, Kapolda Jateng membabat habis judi togel inim” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada beritajateng.net, Selasa.

Lebih lanjut Neta menegaskan,  IPW mengapresiasi langkah Kapolda dan jajarannya yang dengan tegas menyatakan perang melawan perjudian togel ini. Namun IPW berharap,  perang Kapolda Jateng degan bandar judi togel ini tidak hanya perang sesaat tapi memang murni pemberantasan penyakit masyarakat.

“Sayangnya di beberapa daerah, terutama di kawasan Pantura, judi togel ini sudah mulai muncul lagi. Ini untuk menjadi perhatian Kapolda dan IPW akan mengawasi terus kasus perjudian togel di Jateng ini,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Arief, Kabag Hubungan antar Ormas FPI Jateng mendesak Kapolda Jateng tidak hanya fokus terhadap pengecer-pengecer judi togel yang nota benenya adalah orang kecil. Tapi Kapolda Jateng harus berani mengungkap dan menangkap bandar besarnya.

“Masa nyari  teroris yang sulit aja mampu, masa nangkap bandar judi togel yang kelihatan gak bisa,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari pantauan Indonesia Police Watch (IPW), judi togel di Jateng menyebar di hampir seluruh kabupaten. Ada dua jenis togel, yakni kupon putih Kuda Lari dan toto Singapura. Namun yang terbesar adalah kupon putih Kuda Lari yang diundi setiap hari pada pukul 24.00 di Semarang.

Omset judi liar ini mencapai Rp 140 miliar perminggu. Sementara omset toto Singapura relatif kecil. Hanya antara Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar perminggu. Sasaran kedua judi ilegal ini adalah masyarakat kelas bawah. (bj)

Advertisements