Home Ekbis Investor Mengeluh, Pemkab Batang Tidak Pro Investasi

Investor Mengeluh, Pemkab Batang Tidak Pro Investasi

282
0

BATANG, 13/4 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kabupaten Batang dinilai tidak pro investasi, penilaian tersebut disampaikan seorang pengusaha Peternakan Sapi, Sihombing, warga Kabupaten Pekalongan yang merasa dipersulit perijinan usahanya di wilayah Kabupaten Batang, padahal sudah melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan.

Ditemui Berita Jateng di kantornya Desa Kandeman Kecamatan Kandeman, Sihombing, menceritakan bahwa usaha yang dirintisnya sudah berlangsung selama tiga tahun lebih dan sebelum dia memulai usahanya sudah mengajukan ijin prinsip ke Pemkab Batang.

“Sejak 3 tahun yang lalu ijin prinsip saya ajukan, tapi sampai saat ini belum pernah dipanggil atas pengajuan ijin tersebut,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa pak Hombing ini menjelaskan, semula dia mengajukan ijin usaha peternakan yang terletak di Desa Sedayu Kecamatan Bandar, sebelum mengajukan ijin, dia sudah mencermati isi Perda Tentang Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan lokasi yang dimaksud tidak melanggar perda tersebut.

“Selain itu kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar dan tidak ada satupun warga yang keberatan. Mereka malah bersyukur karena bisa menjadi tenaga kerja pada peternakan kami,” jelasnya.

Hombing menjelaskan, karena lama tidak ada perkembangan atas ijin yang diajukan, pihaknya merintis peternakan yang dimaksud di tanahnya yang lain yakni di Desa Kandeman Kecamatan Kandeman. Dengan maksud, begitu ijin di Bandar keluar maka ternak ternak yang ada akan dipindah ke Desa Sedayu.

“Persoalannya sekarang, ijin yang didamba belum keluar, namun malah diminta pindah dari peternakan sementara yang ada di Kandeman. Terus kami harus pindah kemana?,” tanyanya.

Peternakan milik Hombing, saat ini berisi sekitar 700 ekor Sapi lokal yang memiliki kwalitas super. Masing masing sapi memiliki berat rata rata 1 ton lebih. Sapi sapi tersebut dikelola dengan cara profesional oleh beberapa orang tenaga ahli di bidang peternakan lengkap dengan dokter hewannya. Peternakan sapi ini memiliki dua fungsi yakni pembenihan dan penggemukan.

“Karena dikelola dengan menggunakan cara yang profesional dan menggunakan teknologi, bisa dirasakan disini tidak berbau seperti peternakan lain. Disamping itu kotoran sapi yang dihasilkan juga langsung kami proses menjadi pupuk kompos,” katanya sambil berjalan memasuki lorong lorong kandang.

Untuk membuat kandang dan menyediakan sapi di peternakan miliknya, tambah Hombing, imvestasi yang dikeluarkan tidak kurang dari Rp. 500 miliar dan melibatkan sekitar 150 tenaga kerja. Multiplayer efect yang ditimbulkan karena adanya peternakan tersebut adalah bisa mengurangi angka kemiskinan di kabupaten Batang.

(NK)