Home Headline Inilah Pengakuan Joko Soal Pemukulan

Inilah Pengakuan Joko Soal Pemukulan

Joko Santoso, Ketua Timses SiBagus yang melakukan pemukulan terhadap anggota Pemuda Pancasila
Joko Santoso, Ketua Timses SiBagus saat menggelar jumpa pers
Joko Santoso, Ketua Timses SiBagus saat menggelar jumpa pers

SEMARANG, 24/8 (BeritaJateng.net) – Ketua Timses Calon Walikota Sibagus yang juga Ketua PP Kota Semarang Joko Santoso membantah melakukan pemukulan terhadap anggotanya ketika sama-sama hadir di acara penetapan calon walikota dan wakil walikota Semarang, Senin (24/8) di Halaman KPU Kota Semarang. Pernyataan ini disampaikan Joko guna meluruskan pemberataan sebelumnya yang menyatakan dia mengakui melakukan pemukulan.

Dihubungi BeritaJateng.net Joko menjelaskan, pada waktu itu dia emosi saat melihat ada anggotanya mendukung calon walikota Soemarmo- Zuber Syafawi yang diusung PKB dan PKS padahal secara organisasi belum diputuskan dukungan politik yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila.

“Saya tidak melakukan pemukulan, saya hanya menarik yang bersangkutan keluar dari mobil dan saya tanya soal dukungan itu,” ungkapnya.

Joko menambahkan, selaku ketua dia berhak melakukan pembinaan kepada anggotanya soal sikap politik dukungan terhadap calon walikota Semarang. PP baru akan melakukan rapat pleno dalam waktu dekat.

Joko menyatakan bahwa sebelum digelar penetapan Cawali dan Cawawali di Gedung Pertemuan Balaikota Semarang, dirinya berpesan kepada seluruh anggota Satgas PP Kota Semarang supaya menjaga keamanan selama pilwakot Semarang berlangsung.

“Saya sudah perintahkan teman-teman apapun selaku ketua PP komando dan temen-temen bisa amankan perintah organisasi. Ketika kejadian, saya ingatkan teman-teman jangan bikin suasana tidak kondusif. Tidak ada kejadian apapun, saya harap temen PP dukung kegiatan pilkada kondusif,” ungkapnya.

Terkait dirinya menjadi Ketua Tim Pemenangan Sibagus, karena dirinya sebagai pengurus dan kader parpol Gerindra Kota Semarang, bukan sebagai Ketua DPC PP Kota Semarang.

“Saya seorang di parpol (Gerindra) saya tidak pakai PP. Kalau saya ngopeni arahkan. Selama ini saya openi PP bukan openi salah satu orang pasangan calon (Sibagus),” terangnya.

Joko justru mempertanyakan atas dasar apakah dirinya dilaporkan melakukan tindak pidana ke Mapolrestabes Semarang. Bahkan dirinya ada upaya untuk mempolitisir dirinya untuk kepentingan tertentu.

“Pidana? Saya itu negur, di internal organisasi. Namanya organisasi itu sangat dipolitisir. PP punya aturan. Seharusnya yang didampingi ketuanya ya saya ini,” ungkapnya.

Soal dilaporkan ke polisi, sebagai warga negara yang baik Joko menyatakan akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Ya monggo kita ikuti proses hukum seperti apa? Kita belum tahu seperti apa laporanya,” ungkapnya.

Soal apakah terjadi perpecahan DPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang menjelang Pilwakot Semarang, Joko membantah. Pasalnya, masing-masing personil dan anggota PP mempunyai hak politik.

“PP tidak pecah. PP ormas, punya hak politik. PP adalah ormas bukan partai politik. Kalau temen PP silahkan coblos apapun saya tidak melarang untuk dukungan sama-sama. Selama ini DPC PP belum adakan rapat pleno,” ungkapnya.

Joko memastikan jika beberapa anggota Satgas PP yang melakukan upaya dukungan dari ketiga pasangan calon bukan merupakan pengurus struktur DPC PP Kota Semarang. Pasalnya, sampai saat ini belum ada instruksi resmi dari pengurus, dukungan akan diarahkan ke salah satu pasangan calon dari tiga pasangan calon yang bertarung di Pilwakot Semarang.

“Yang saat ini kesana kemari bukan struktur PP. Ada dari Koti Jateng. Terkait yang lain kita ada lembaga dan AD ART kita tidak bisa menggak. Yang jelas struktur PP baik pengurus belum ada instruksi. Saat ini disayap ada dua organisasi yang sudah punya AD ART, Sapma dan Srikandi. Sudah ada mandiri,” pungkasnya

“Ketika berjalan, sebelum kejadian sudah berjalan. Saya tanyakan PAC, perintah siapa? Ternyata bukan struktur dia yang mengaku senior Jateng (Amin Ambon). Anda tahu sendiri,” ungkapnya. (BJ13/BJ06)