Home News Update Inilah Keceriaan Murid SD di Kelas Inspirasi

Inilah Keceriaan Murid SD di Kelas Inspirasi

kelas inspirasi

Semarang, 3/10 (BeritaJateng.net) – Kelas Inspirasi menjadi hiburan tersendiri ketika melihat inspirator-inspirator yang inspiring dan tatapan polos penuh mimpi anak-anak.

Isnia Nuruldita atau yang kerap disapa Nia, salah satu relawan dari Jakarta mengungkapkan, alasannya untuk kembali ikut bergabung di kelas Inspirasi karena selalu rindu suasana kelas bersama adik-adik.

“Saya tergerak untuk terus belajar, bagaimana menguasai kelas, bagaimana bisa menyampaikan informasi tentang profesi dengan bahasa sederhana, bagaimana bisa menciptakan komunikasi di dalam kelas,” ungkapnya, Sabtu (3/10) pagi.

Seorang GM dari Cimory (Andika), seorang ibu pemilik toko roti (Ismi), seorang penulis (Wiwin), seorang pegawai PLN (Retta), seorang dokter (Vannya), seorang dosen (Muna), seorang guru bahasa inggris (Tika), seorang engineer operation (Demas), seorang tour & travel agent (Fitri) menjadi temen sekelompok Nia di SD Ngaliyan 04 Semarang. Didampingi oleh dua fasilitator, Niken dan Mutia serta seorang Fotografer, Josef & Videografer, Bowo.

Untuk cara mengajar di SD Ngaliyan 04 Semarang, Nia mencoba menggunakan metode lain. Setelah uang-uangan, kartu absen dan kertas CV, dia mencoba mengajar dengan kartu octaland 4d.

“Kartu Octaland 4d adalah kartu yang di dalamnya berisi macam-macam profesi. Dengan bantuan aplikasi pada android, jika kita sorot kartu tersebut akan memunculkan gambar secara 4 dimensi. Anak-anak sih suka banget ngeliatnya. Mereka senang, apalagi saya,” papar Nia.

Dengan kartu tersebut, Nia memberi wawasan pada anak-anak SD Ngaliyan 04 Semarang kalau profesi di Indonesia itu banyak sekali. Dan semua profesi itu berada di bawah naungan HRD.

Semua inspirator mendapat jatah mengajar yang sama, yakni 4 kelas. Nia menjelaskan jika dirinya mendapat jatah kelas 1 sampai IV.

“Tantangannya adalah di kelas 1 anak-anaknya hyperaktif sekali. Saya sedang ngapain, tiba tiba ada yang nangis. Saya mendiami yang nangis, disebelah sana ada yang dorong dorong. Rieweuh,” jelasnya.

Nia menceritakan ketika masuk di ruang kelas IV ada dua siswa yang bersembunyi di kolong meja untuk menarik perhatiannya. Selain itu, mereka suka sekali menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-sehari dan Nia kurang memahaminya. Padahal dari awal Nia sudah mengatakan jika dirinya tidak bisa berbahasa Jawa.

Ojo ngomong basa jawa, ibu e ra ngerti… (Jangan bicara bahasa Jawa, Ibu tidak paham),” ujar salah seorang siswa, ketika ada temannya yang keceplosan bertanya pada Nia dalam bahasa Jawa.

Asyiknya, semua Inspirator, Fotografer, Videografer dan Fasilitator berkesempatan berfoto ria dengan SD Ngaliyan 04 Semarang serta relawan Kelas Inspirasi Semarang 2 baik siswa maupun Guru. (BJT01)