Home Headline Ini Tradisi Tahunan Kirab Pusaka Peringatan HUT Blora

Ini Tradisi Tahunan Kirab Pusaka Peringatan HUT Blora

Ini Tradisi Tahunan Kirab Pusaka Peringatan HUT Blora

BLORA, 25/12 (BeritaJateng.net) – Tradisi kirab pusaka masih terus di uri uri Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah setiap peringatan hari jadi Kabupaten Blora.

Seperti sekarang ini, di hari jadi ke 272 acara kirab pusaka digelar dengan tapa bisu pada Sabtu (25/12/2021) dini hari tepat pukul 00.00 hingga 01.00 WIB.

Sebelum dikirab Pusaka peninggalan leluhur Kadipaten Blora berupa Keris Kyai Bisma telah dibersihkan atau dijamas terlebih dahulu.

Tradisi atau ritual tahunan yang biasa dilaksanakan setiap bulan Desember untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Blora ini, digelar dengan sederhana dan mematuhi protokol kesehatan. Karena masih dalam suasana pandemi.

Semua peserta kirab mengenakan busana pakaian adat jawa, beskap warna hitam dan bawahan kain jarik batik, serta penutup kepala berupa blangkon dan bermasker. Peserta kirab adalah laki-laki, yang dipimpin langsung oleh Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.

Bertindak sebagai cucuk lampah adalah Kepala Dinporabudpar, Drs. Kunto Aji, dan pembawa Keris Kyai Bisma adalah Sekda Komang Gede Irawadi, SE., M.Si.

Sebelum dikirab, Keris Kyai Bisma diserahkan terlebih dahulu oleh Bupati kepada Sekda. Kirab dimulai dari Pendopo Rumah Dinas Bupati dengan rute temu gelang. Yakni keluar regol Pendopo menuju Jl. RA Kartini – Jl. Dr. Sutomo – Jl. Gunung Sumbing – Jl. Pemuda – Jl. Sumodarsono – Jl. Kenanga – Jl. MR Iskandar – Jl. Gatot Subroto – Jl. KH Ahmad Dahlan – Jl. Abu Umar – dan kembali ke Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Peserta kirab terdiri dari komunitas tosan aji pandemen pusaka, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se Kabupaten Blora, perwakilan Lurah, Permadani, dan para paraga Kirab, serta pengamanan dari Satpol PP.

“Alhamdulillah meskipun sempat tertunda beberapa hari, akhirnya Kirab Pusaka bisa kita laksanakan. Selama berjalan tadi, kita tidak boleh bicara. Semuanya melakukan tapa bisu sambil berdoa dan bersholawat dalam hati agar kedepan Blora semakin baik lagi, dan sejahtera masyarakatnya,” ungkap Bupati Arief usai mengikuti Kirab.

Menurutnya ini merupakan bentuk pelestarian budaya lokal Kabupaten Blora yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Ini sebagai wujud pelestarian budaya leluhur Kabupaten Blora. Keris Kyai Bisma merupakan pusaka peninggalan Bupati Blora terdahulu yang diwariskan turun temurun kepada Bupati selanjutnya,” tambahnya.

Usai dikirab, Keris Kyai Bisma yang dipasangi untaian bunga melati ini kembali disimpan di dalam ruangan rumah Dinas Bupati.

Sementara itu, Andre (26) salah satu pemuda Blora yang ditemui di tepi jalan tampak asik ikut melihat jalannya kirab. Menurutnya ini merupakan tradisi yang mulai langka.

“Ternyata di Blora masih ada dan dilestarikan. Kami lihat ini tadi rasanya seperti ada di Solo atau Yogyakarta. Keren Blora masih mempertahankan tradisi budaya leluhurnya. Semoga kedepan bisa dikemas lebih baik lagi ketika pandemi sudah normal. Agar bisa menjadi daya tarik wisata budaya,” jelasnya. (Her/El)