Home News Update Ini Tanggapan Rektorat Undip Terkait Penurunan UKT dan Penghapusan SPI

Ini Tanggapan Rektorat Undip Terkait Penurunan UKT dan Penghapusan SPI

856
Ribuan mahasiswa Undip menggelar aksi demo menuntuk penurunan UKT dan SPI

Semarang, 5/4 (BeritaJateng.net) –¬†Menanggapi tuntutan aliansi mahasiswa Undip terkait penurunan UKT dan penghapusan SPI, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan Ipung Purnomo Pujiwati, Kepala Biro Bapsi Anik Arsiyani, Kepala Biro Administrasi Akademik Embun Setiawan, Kepala Bagian Keuangan Undip Ratna, dan Pembantu Dekan III Fakultas Teknik Asnawi sebagai wakil bidang 1, 2, 3, dan 4 menjelaskan bahwa pengambilan kebijakan bukan wewenang mereka.

“Sebagai pelaksana, kami hanya bisa menjelaskan sedikit kenapa UKT naik setiap tahun. Perhitungan UKT harus menghitung biaya kuliah per tahun, hal itu didasarkan pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No. 5 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan Standar Satuan Biaya Operasional PTN Badan Hukum,” terang Kepala Bagian Keuangan Undip, Ratna dan Wakil bidang yang lain sembari menenangkan aliansi mahasiswa yang saat itu tidak bisa sedikit ricuh.

Dijelaskannya, di dalam perhitungan UKT dipengaruhi oleh akreditasi institusi, instansi progdi, tingkat kemahalan berdasarkan wilayah Univeraitas serta rumusan dari Pemerintah.

“UKT tidak boleh lebih besar dari BKT karena selisih BKT dan UKT untuk subsidi sebagai bantuan Perguruan Tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu untuk menetapkan besaran SPI didasarkan pada Universitas lain yang setara dengan Undip. Juga berdasarkan daya tampung mahasiswa baru, SPI digunakan untuk pemeliharaan gedung dan bangunan, alat laboratorium, kemahasiswaan serta kegiatan belajar mengajar yang lain.

“Sebetulnya proses UKT dan SPI seperti itu,” jelas Ratna.

Pihaknya meminta aliansi mahasiswa untuk mencermati Permenristekdikti Nomor 22 Tahun 2015 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Menambahkan, Pembantu Dekan III Fakultas Teknik Asnawi menjelaskan bahwa aspirasi mahasiswa ini akan disampaikan kepada Rektor Senin (11/4) mendatang, karena saat ini sedang berada di Prancis.

Suara riuh mahasiswa yang meneriakkan, “Huu….” kepada para dosen agar membayangkan jika mahasiswa bukan sapi perah. Ada juga tulisan mereka, “Ayah Kami Tercekik”, “Undip Kampus Rakyat ?”, “Jangan lukai mahasiswa” dan masih banyak lagi yang lain.

Adapun Warto dan Dewo sebagai Satpam Undip mengiyakan bahwa Rektor Undip memang sedang berada di luar negeri. “Apabila pak Rektor ada di sini semua bisa dibicarakan,” ujar Warto.

Warto menambahkan keponakannya juga ada yang kuliah di Undip, dengan adanya transparansi UKT dan SPI yang diperjuangkan mahasiswa Undip bukan hanya untuk mereka tetapi juga untuk adik-adiknya di kemudian hari,” pungkas Warto saat berada di lokasi melihat dan mengawasi di sekitar Gedung Widya Puraya Sayap Timur, Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LP2M) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Undip, Selasa (5/4) sore. (BJT01)