Home Lintas Jateng Ini Strategi Semarang Jadi Kota Tangguh Program 100 Resilient Cities 

Ini Strategi Semarang Jadi Kota Tangguh Program 100 Resilient Cities 

1662
Strategi ketahanan kota Semarang.

Semarang, 23/5 (BeritaJateng.net) – Kota Semarang mengandalkan enam pilar strategi mewakili problem-problem besar yang dihadapi menuju kota tangguh sebagaimana bagian program 100 Resilient Cities.

“Kota Semarang terpilih sebagai salah satu kota tangguh mewakili Indonesia,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat peluncuran “Strategi Ketahanan Kota Semarang” di Semarang, Senin (23/5).

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengakui masih ada sejumlah persoalan besar yang dihadapi Semarang, antara lain banjir dan rob, pengangguran, kemiskinan, dan kemacetan lalu lintas.

Persoalan-persoalan itu, kata dia, tidak bisa dihindari sebagai kota metropilitan, tetapi justru harus dihadapi dan diselesaikan sesuai bidang masing-masing, seperti banjir dan rob.

“Bagaimana Semarang ini diberdayakan menjadi kota yang tangguh. Artinya, bisa menghadapi ancaman dan guncangan tetapi tetap ‘survive’. Namun, tidak cukup hanya mampu adaptif saja,” katanya.

Ada enam pilar strategi, yakni air dan energi berkelanjutan, peluang ekonomi baru, kesiapsiagaan akan risiko dan wabah penyakit, mobilitas terpadu, transparansi informasi, dan SDM berdaya saing.

Enam pilar itu, kata dia, menjadi strategi bagi Kota Semarang dalam menghadapi berbagai persoalan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang 2016-2021.

Bersama dengan 99 kota lain yang ditetapkan sebagai kota tangguh, Semarang akan bekerja sama mengatasi persoalan yang dihadapi, seperti banjir yang mungkin juga dihadapi kota-kota lainnya.

Sementara itu, Senior Vice President 100 Resilient Cities Bryna Lipper berbagai permasalahan yang dihadapi kota-kota besar, termasuk Semarang tidak bisa hanya dilihat secara satu-persatu.

Namun, kata dia, bagaimana persoalan-persoalan tersebut dilihat secara komprehensif untuk mendapatkan solusi yang efisien, mengingat antarpersoalan itu sebenarnya saling berkaitan.

Dalam dokumen strategi yang disusun selama 12 bulan, lanjut dia, ada enam pilar strategi, 18 strategi ketahanan, dan 53 inisiatif yang mewakili problem-problem besar yang dihadapi Semarang.

Dengan tergabung dalam 100 Resilient Cities yang diinisasi Rockfeller Fuundation, kata Bryna, Semarang akan mendapatkan dukungan untuk mencari solusi dalam menghadapi tantangan yang ada.

Hadir dalam peluncuran “Strategi Ketahanan Kota Semarang” di Balai Kota Semarang, antara lain budayawan Prie GS, pakar lingkungan Prof Sudharto P. Hadi, dan Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri. (Bj05)

Advertisements