Home Lintas Jateng Ini Pesan Pangdam IV Saat Lepas Prajurit ke Perbatasan RI-PNG

Ini Pesan Pangdam IV Saat Lepas Prajurit ke Perbatasan RI-PNG

286
Pangdam IV Lepas Satgas Yonif 406/CK ke Perbatasan RI-PNG

Semarang, 25/6 (BeritaJateng.net) – Seorang ibu memiliki peran penting dalam kehidupan sebuah keluarga atau rumah tangga. Selain berperan sebagai istri, seorang ibu sekaligus mitra dari suami dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah, ibu juga sebagai tempat untuk bertanya dan mengadu bagi putera-puterinya sekaligus mendapatkan kasih sayang sampai mereka tumbuh dewasa dan mandiri.

Demikian penyampaian Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. didampingi Ketua Persit PD IV/Diponegoro Ny. Septi Mochamad Effendi kepada seluruh anggota Persit Yonif 406/CK, di Markas Yonif 406/CK, Purbalingga, Selasa (25/06/2019), bertepatan dengan pemberangkatan Satgas Yonif 406/CK ke Perbatasan RI-PNG Wilayah Selatan.

Dikatakan Pangdam, sebagai mitra suami, istri juga berperan dalam mendukung keberhasilan karier seorang suami, sehingga istri memiliki tugas ganda yang harus dijalankan secara bersama-sama. Ibu dapat berperan di semua aspek kehidupan baik dalam hubungan keluarga maupun masyarakat, utamanya dalam membentuk SDM melalui penyiapan masa depan anak.

“Sedemikian pentingnya peranan Ibu, wanita diibaratkan sebagai tiang negara. Manakala wanitanya baik maka akan baik pula negaranya, dan jika para wanitanya rusak maka akan rusak negaranya”, tegas Pangdam.

Dirinya berharap anggota Persit mampu menjaga diri dan kehormatan suami serta keluarganya. Persit harus bisa berperan serta secara positif dalam dinamika satuan dan harus senantiasa menjaga keharmonisan rumah tangga.

“Seorang ibu yang bijak, penyabar, tenang akan mampu memberikan suasana keluarga yang kondusif dan membentuk suasana rumah tangga yang harmonis, yang kemudian bermuara pada terwujudnya rasa kebahagiaan baik lahir maupun batin”, ungkapnya.

Ditambahkan Pangdam, di tengah situasi ekonomi saat ini hendaknya lebih menerapkan pola hidup sederhana serta arif dan bijak dalam dalam mengatur keuangan, agar terhindar dari berbagai kesulitan rumah tangga.

Bukan hanya itu, mengantisipasi perkembangan teknologi yang begitu cepat dan kompleks, anggota Persit juga harus mampu bersikap bijak dan tidak bertentangan dengan norma-norma kesopanan atau melanggar Undang-Undang dalam menggunakan Medsos. Apalagi sebentar lagi akan melaksanakan tugas, janganlah hal ini didramatisir karena memang demikian tugas prajurit.

“Saring dulu sebelum sharing, sharing yang peting-penting bukan yang penting sharing, sehingga tidak terjebak dalam masalah yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan satuan,” pinta Pangdam mengakhiri penyampaiannya. (El)