Home Headline Ini Langkah Pemkot Semarang Tekan Dampak Ekonomi Akibat Covid-19

Ini Langkah Pemkot Semarang Tekan Dampak Ekonomi Akibat Covid-19

304
Walikota Semarang Hendrar Prihadi

SEMARANG, 6/4 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang berupaya menekan dampak ekonomi masyarakat akibat mewabahnya virus corona (Covid-19) di Semarang.

Guna meminimalkan biaya pengeluaran masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengeluarkan kebijakan penggratisan retribusi pedagang kaki lima (PKL) dan biaya sewa di rumah susun sewa (rusunawa) milik Pemkot Semarang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pembebasan retribusi ini akan dilakukan selama tiga bulan kedepan yakni April, Mei dan Juni. Hal ini untuk meringankan biaya hidup masyarakat yang mana saat ini kondisi ekonomi semakin melemah akibat adanya kasus covid-19.

“Kalau perkembangan covid-19 tidak ada penurunan hingga Juni, kami teruskan (kebijakan tersebut) tapi kaki prediksi insyaallah Juni mereda,” kata Hendi, sapaannya, Senin (6/3/2020).

Selain penggratisan retribusi bagi PKL dan biaya sewa rusunawa, lanjut Hendi, pihaknya juga memberikan diskon sebesar 20 persen untuk pelanggan PDAM Tirta Moedal. Pemberian diskon ini juga berlaku tiga bulan hingga Juni mendatang.

“Kami beri diskon untuk niaga dan rumah tangga,” ucapnya.

Sementara, Kepal Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali menyebutkan, Pemkot Semarang memiliki delapan lokasi rusunawa antara lain rusunawa Bandarharjo, Plamongansari, Karangroto Lama, Kaligawe, Kudu, Karangroto Baru, Pekunden, dan Jrakah. Total rumah susun di delapan lokasi tersebut ada 2.532 unit.

“Itu semua sudah terisi dan semua bebas sewa dalam tiga bulan,” tutur Ali.

Ali melanjutkan, rumah susun di delapan lokasi tersebut bervariasi ada yang bertipe 21, tipe 24, dsn tipe 36. Tentu, hharga sewa setiap tipe berbeba yakni kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 250 ribu per bulan.

Menurutnya, pembebasan sewa untuk rusunawa ini akan sangat membantu masyarakat. Apalagi, mayoritas yang tinggal disana merupakan masyarakat kalangan menengah ke bawah.

“Kami rasa pembebasan biaya sewa ini akan cukup membantu ditengah kondisi pandemi covid-19 seperti ini,” tambahnya. (El)