Home Headline Ini Kronologi Bencana Longsor di Banjarnegara

Ini Kronologi Bencana Longsor di Banjarnegara

Banjarnegara, 15/12 (Beritajateng.net) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) membuat kronologi bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Jemblung, Karangkobar, Banjarnegara. Berikut kronologinya.

  1. 10-11 Desember 2014 hujan deras di daerah Banjarnegara sehingga terjadi longsor kecil di beberapa tempat. Beredar isu PLTA Mrica jebol karena debit Sungai Serayu besar.
  2. Di salah satu sisi Bukit Telagalele terjadi longsor. Di bagian bawah lereng terdapat check dam.
  3. Pada 12 Desember 2014 pukul 17.00 Wib tiba-tiba terjadi longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kec. Karangkobar, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Saat itu hujan gerimis. Bagian dari Bukit Telagalele longsor menimbulkan bunyi gemuruh. Material longsor meluncur ke bawah berbelok ke sisi kiri (utara) karena gravitasi bumi dan mengikuti kemiringan lereng.
  4. Material longsor menimbul 8 rumah kemudian meluncur melewati ruas jalan provinsi Banjarnegara-Pekalongan, hingga menimbun 35 rumah. Longsor berlangsung sekitar kurang dari 5 menit. Warga di Dusun Jemblung sekitar 308 jiwa, dimana 200 jiwa berhasil menyelamatkan diri, sedangkan 108 jiwa diperkirakan tertimbun longsor.
  5. Adanya informasi pada saat bersamaan longsor ada mobil dan sepeda motor yang melintas di jalan dan tersapu longsor, hingga saat ini masih dilakukan klarifikasi dan pendataan. Kepala BNPB telah meminta Bupati Banjarnegara dan Dandim Banjarnegara melakukan pengecekan warga di luar Dusun Jemblung yang hilang.
  6. Hingga Senin (15-12-2014) pukul 13.00 Wib telah ditemukan 51 jiwa korban tewas. 57 orang masih dilakukan pencarian. Dari 51 korban tewas: 43 jenasah dapat diidentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga, dan 8 orang belum dapat diidentifikasi. Ada 2 jenasah yang langsung dimakamkan karena rusak kondisinya. 8 orang luka berat di rawat di RSUD Banjarnegara dan 11 luka ringan dirawat di puskemas. Mereda adalah masyarakat di luar dari 108 yang tertimbun.
  7. Pendataan/verifikasi pengungsi masih dilakukan saat ini. Posko melaporkan pengungsi ada 1.886 jiwa yang tersebar di 38 titik. Pengungsi ini sebagian besar bukan berasal dari Dusun Jemblong, tapi dari luar desa-desa lain yang mengungsi ke tempat saudaranya dan didata oleh petugas. Pengungsi yang sebenarnya 577 jiwa tersebar 10 titik, yaitu dari Dusun Jemblung 200 orang dan 377 jiwa dari dusun dekat lokasi kejadian.
  8. Data sementara kerusakan : Rumah rusak berat/hilang tertimbun 35 unit, mesjid 1 unit hilang, sungai tertutup longsoran 1 Km, Sawah rusak 8 Ha, Kebun palawija 5 Ha, Sapi 5 ekor, kambing 30 Ekor, ayam dan Itik 500 ekor. Kerugian dan kerusakan masih dalam penilaian.(ss)