Home Headline Ini Komentar Wali Kota Hendi Terkait Maraknta Togel di Semarang

Ini Komentar Wali Kota Hendi Terkait Maraknta Togel di Semarang

463
0
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi
       SEMARANG, 1/12 (BeritaJateng.net) – Peredaran judi toto gelap (Togel) di Kota Semarang marak. Di beberapa wilayah seperti Tembalang, Semarang Tengah, dan Semarang Utara, judi togel jenis HK (Hongkong) maupun SGP (Singapura) sudah marak dan dijual secara terbuka. Banyak masyarakat mendesak pihak kepolisian segera memberantas secara tuntas peredaran judi togel.
       Menanggapi hal ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, pihaknya butuh laporan detail, terkait lokasi penjualan, jenis kupon, dan waktu beroperasinya. Sehingga pihaknya bisa segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menutup kegiatan yang dilarang agama maupun hukum ini.
       “Di layanan Lapor Hendi, kami juga sering memperoleh aduan soal maraknya judi togel di Semarang dan sekitar. Pemkot butuh masukan detail. Di mana, kapan, dan akan koordinasi dengan kepolisian. Judi itu jelas dilarang, baik secara hukum maupun agama. Saran saya masyarakat jangan membeli, karena dalam hukum bisnis jika ada suplay tentu ada demand. Kami pun siap melakukan penindakan jika ada info akurat,” tegasnya.
        Sebagai informasi, judi toto gelap atau togel marak di kalangan masyarakat Kota Semarang dan sekitar. Bahkan sehari terdapat dua kali penarikan kupon toto gelap dengan iming-iming hadiah puluhan kali lipat dari nilai dipasang.
       Ronald, warga Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang mengatakan, peredaran toto gelap telah berlangsung hampir empat tahun dan kini beredar luas di masyarakat. Awalnya masih sembunyi-sembunyi tetapi sekarang warga bebas memasang nomor di sejumlah bandar.
       Jenis togel beredar di kalangan masyarakat Semarang yakni togel Singapura dan Hongkong. Menurut Ronald, pemutaran nomor dilakukan di dua negara tersebut yang hasilnya dipublikasikan melalui internet. Di Semarang sendiri, menurutnya ada beberapa bandar besar yang menjalankan roda bisnis judi ini.
       “Kami tahunya nomor pemenang dari bandar,” kata Ronald yang enggan menyebut nama bandar yang dimaksud.
        Dikatakan omzet judi seorang bandar menguasai sebuah wilayah bisa mencapai ratusan juta rupiah. Judi togel memberi iming-iming kemenangan hingga 70-100 kali lipat. Seorang warga Ngaliyan, Fendi mengaku pernah menang togel Rp 600.000 dari nilai pasang Rp 10.000 dengan menebak dua angka saja. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here