Home Headline Indri Usung Konsep Intersection dalam Peragaan Busana LPTB susan Budihardjo

Indri Usung Konsep Intersection dalam Peragaan Busana LPTB susan Budihardjo

144
0

SEMARANG, 13/11 (Beritajateng.net) – Indri Wahyu salah satu siswa Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo Semarang mengusung konsep Intersection dalam peragaan busana yang diselenggarakan dalam perhelatan akbar karya siswa siswi angkatan 2016/2017 di Hotel Aston, Jumat (10/10).

Perhelatan akbar tersebut mengusung tema “Balance” dan diikuti oleh 12 orang siswa/siswi yang sekaligus diwisuda oleh kepala LPTB ibu Susan Budihardjo. Busana karya siswa/siswi Susan Budihardjo yang ditampilkan dalam perhelatan tersebut sangat berkelas, tidak kalah dengan karya perancang busana kondang.

“Saya usung tema intersection yang memiliki makna dari perpaduan gaya busana Jepang tempo dulu dan sekarang,” ungkap Indri usai perhelatan.

Indri menjelaskan, dia menggunakan perpaduan dua warna yakni grey dengan degradasinya dari lightgrey sampai darkgrey dengan warna master.

“Ini melambangkan budaya dari dua generasi di Jepang. Sedangkan untuk silhuetnya saya menggunakan silhuet T dan silhuet y sedangkan gayanya sendiri kita tetap ready to wear, egie dan shake.” jelasnya.

Setelah mengenyam pendidikan di LPTB susan Budihardjo selama satu tahun belakangan, Indri mengaku banyak sekali manfaat yang dia peroleh, selain mendapat ilmu dari pengajar pengajar yang profesional, dia juga bisa menyerap pengalaman para senior dalam bidang rancangan busana.

“Alhamdulillah sudah ada beberapa pesanan yang masuk. Baru saja saya dapat pesanan bridal yang muslim dan ada beberapa yang mengarah pqda couture ,” ucapnya dengan bangga.

Walaupun baru satu tahun secara khusus menggeluti bidang rancangan busana, Indri sudah berhasil menyelesaikan lebih dari 20 design busana.

“Ke depan saya ingin terus berkarya dan lebih serius ke bidang bridal dan couture. Sedang untuk yang ready to wear saya lebih ke ready to wear deluxe,” pungkasnya.

Susan Budihardjo selaku pimlinan lembaga mengatakan, filosofi balance dalam perhelatan tersebut memiliki makna harmoni dan keseimbangan yang konteksnya menyeluruh bukan sepotong sepotong.

“Diajang Annual Show, kreatifitas para siswa diuji untuk menginterpretasikan, mentransformasikan dan menciptakan ide busana baru bergaya balance. Mereka harus mampu menformulasikan pencampuran karakter balance melalui bahan, gaya, garis design, warna dan detil secara bersamaan dalam satu busana,” katanya.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here