Home Headline IMI Pusat Sebut Jika Tiket MXGP 2019 Gratis Akan Beresiko

IMI Pusat Sebut Jika Tiket MXGP 2019 Gratis Akan Beresiko

495
Rapat Koordinasi Persiapan MXGP Motocross 2019 di Gedung Moch Ikhsan Lantai 8, Balaikota Semarang

SEMARANG, 25/6 (BeritaJateng.net) – Wakil Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Olahraga Sepedamotor Medya Saputra mengungkapkan, warga Kota Semarang berterimakasih yang ingin menyaksikan event internasional MXGP Motocross 2019 berterimakasih kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Pasalnya, Medya menjelaskan, pria nomor satu di Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu sebelumnya mengusulkan pada IMI Pusat dan Youth Center sebagai pihak penyelenggara untuk menggratiskan event bergengsi yang untuk kedua kalinya digelar di Kota Semarang ini.

Namun, karena pertimbangan bahaya jika digratiskan banyak para penonton yang keluar masuk sirkuit dan arena, maka tiket yang termurah ditetapkan sebesar Rp 25 ribu untukk kelas festival.

“Itu seharusnya berterimakasih kepada Pak Wali, ini kkan tiket standartnya internasional Euro dirubah ke rupiah. Kemarin 150 ribu saja kita kena teguran. Tapi Pak Wali menjamin, ini dari warga untuk warga. Malah beliau menganjurkan, geratis. Tapi, yang namanya manusia mengganggu, berbahaya dan itu dilarang. Akhirnya diputuskan Rp 25 ribu,” ungkap Medya usai Rapat Koordinasi Persiapan MXGP Motocross 2019 di Gedung Moch Ikhsan Lantai 8, Balaikota Semarang Selasa (25/06/2019).

Medya menjamin meskipun persiapan terhitung mulai tiga minggu hingga hari H pada 14-16 Juli 2019 mendatang, namun sirkuit yang digunakan serta pengalaman penyelenggaraan pada putaran pertama MXGP Motocross 2018 lalu sangat menolong.

“Kita jamin 100 persen, karena tim-tim dari Youth Stream , semua kru dan tenaga ahli membikin sirkuit sekarang ini semuanya ada di Kota Palembang. Di sana, progresnya tinggal 20 persen, mereka semua jumlahnya sebanyak sembilan, mulai Rabu (26/06/2019) kita tarik kesini untuk dasar dulu. Selesai Palembang langsung akan terbang kesini. Ya pasti (sangat menolong). Mulai Rabu hingga hari H sirkuit tidak boleh diganggu lagi. Kita garap sampai finishing, nggak boleh untuk umum sudah ditutup,” tandasnya.

Medya menjelaskan jika di kelas internasional akan tampil, crosser-crosser kelas kakap dari sebanyak 18 negara di dunia.
“Untuk peserta internasional ada 18 negara. Tambah wildcard, kita belum dapat data dari tim karena wildcard itu Asia. Mempertarungkkan dua kelasnya,” jelasnya.

Untuk kelas nasional, Medya memperinci akan tampil ratusan crosser-crosser Indonesia untuk memperebutkan kejuaraan motocros di tiga kelasnya.

“Serta di sini akan dibarengi dengan Kejurnas, mencari juara nasional motocros, juga di sini nanti ada kelas 50 cc, 65 cc dan 85 cc semua dipertandingkan. Tapi jalurnya terpisah,” pungkas Medya. (El)